Berita Banjarmasin

Bea Cukai Banjarmasin Gelar Talkshow Sosialisasi Barang Kiriman, Begini Tujuannya

Kanwil DJBC Kalbagsel bekerja sama dengan KPPBC TMP B Banjarmasin menggelar sosialisasi barang kiriman

Bea Cukai Banjarmasin Gelar Talkshow Sosialisasi Barang Kiriman, Begini Tujuannya
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Talkshow tentang PMK No199/PMK.010/2019 tentang Ketentuan Kepabeanan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kanwil DJBC Kalbagsel bekerja sama dengan KPPBC TMP B Banjarmasin menggelar sosialisasi barang kiriman dalam bentuk Talk Show di ruang Pelayanan PT Post Indonesia Banjarmasin, Kamis (20/2/2020).

Kepala Bidang Fasilitas Kanwil DJBC Kalbagsel, Isja Bewirman dalam sambutan pembukaan mengungkapkan tujuan talk show sosialisasi barang kiriman, agar pelaku barang kiriman memahami penurunan deminimis threshold USD 3, dan masalah maupun kendala yang terjadi di lapangan dapat diselesaikan bersama dengan baik.

"PMK no. 199/PMK.010/2019 ini bertujuan menciptakan perlakuan perpajakan yang adil dan melindungi industri dalam negeri, dengan memperhatikan masukan dari KADIN, Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Masyarakat Industri Asosiasi UKM, Asosiasi Pengusaha Indonesia," katanya.

Sementara itu, acara Talkshow dikemas cukup menarik tersebut dengan mengundang PT Pos Indonesia dan pelaku barang kiriman yang selama ini bersentuhan langsung dengan dengan kegiatan impor barang kiriman sebagai audensi.

Sentilan Ustadz Abdul Somad pada Sunda Empire & King of The King, UAS Sebut Soal Soekarno

Sah! Jane Shalimar Resmi Dinikahi Arsya Wijaya, Ini Sosok Suami Artis yang Dulu Bela Vanessa Angel

Hampir 2 Bulan Tak Gajihan, 1.162 Tenaga Honor Kotabaru Akhirnya Tanda Tangan Kontrak

Belasan Siswa Korban Keracunan Berangsur Pulang ke Rumah Setelah Dirawat di UGD RS Murjani Sampit

Ada pun nara sumber di talkshow yakni Kurnia Saktiyono sebagai Kepala KPPBC TMP B Banjarmasin, Sondy Mangatas B Simanullang menjabat Kepala Seksi Pemeriksaan Kanwil DJBC Kalbagsel, Kepala Kantor Pos Cabang Ulin Banjarbaru Timbul Winoto dan Aprinto Berlianto, S.S.T, Ak. M.P.P menjabat Kepala Bidang Keberatan, Banding dan Pengurangan.

Menurut Kepala Seksi Pemeriksaan Kanwil DJBC Kalbagsel, Sondy Mangatas B Simanullang, yang dimaksud dengan barang kiriman dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 199/PMK.010/2019 adalah barang yang dikirim melalui penyelenggara pos.

Dijelaskan dia, penyelenggara pos terdiri atas Kantor Pos selaku penyelenggara pos yang ditunjuk oleh pemerintah dan perusahaan jasa titipan (PJT) yang memperoleh izin usaha layanan pengiriman surat, dokumentasi/barang dari instansi terkait.

"Jadi, peraturan impor barang kiriman ini berlaku terhadap kegiatan impor yang melewati pos baik itu kantor pos maupun pengusaha jasa titipan," katanya.

Ada pun petunjuk pelaksanaan PMK ini diatur dalam Peraturan Dirjen Bea dan Cukai nomor PER-02/BC/2020.

Dijelaskan Sondy, tujuan diberlakukannya peraturannya ini, menciptakan perlakuan perpajakan yang adil dan melindungi IKM. Adanya peningkatan jumlah barang kiriman impor e-commerce, menciptakan level playing field dan memperhatikan masukan pengrajin dan produsen dalam negeri.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved