Berita Banjarbaru

Kurangi BBM, Kementerian ESDM Harapkan Pengembangan Kelistrikan Biomassa Lebih Meningkat

Kurangi BBM, Kementerian ESDM Harapkan Pengembangan Kelistrikan Biomassa Lebih Meningkat

Kurangi BBM, Kementerian ESDM Harapkan Pengembangan Kelistrikan Biomassa Lebih Meningkat
istimewa
Rapat Kerja Teknis Urusan ESDM Tahun 2020 di Aula Dinas ESDM Kalsel, kemarin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sejauh ini Perusahaan Listrik Negara (PLN) sumber pembangkit terbesarnya adalah dari pembangkit uap yang mana bahan bakarnya dari batubara dan juga solar.

Kedepan pemerintah berusaha melakukan pengurangan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dalam operasional pembangkitan listrik.

Misal dengan penggunaan biomas yang mana bahan bakarnya dari kayu atau cangkang sawit.

"Secara spesifik di Kalsel bisa dikembangkan biomas.  Diharapkan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) diganti dengan biomasa," ujarnya, di sela Rapat Kerja Teknis Urusan ESDM Tahun 2020 di Aula Dinas ESDM Kalsel, kemarin.

Siswi SMA Buang Bayi Hasil Hubungan dengan Adiknya, Ternyata Semua Itu Karena Kelakuan Ibunya

VIDEO Diduga Hendak Curi Laptop di MAN 1 Hulu Sungai Tengah yang Tebakar, Seorang Lelaki Diamankan

Uang Bulanan Sule untuk Ibunda Lina Disinggung Mertua Teddy, Nenek Rizky Febian Bicara Soal Utang

Kepala Baim Wong Dilempar Benda Ini oleh Paula Verhoeven, Murka Imbas Video TikTok Bareng Kiano

Karena itu, Perencana Madya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agus Surodoyo, menghendaki terjadi singkronisasi kegiatan pada sektor ESDM antara pusat dan daerah.

Menurutnya saat ini terdapat program pengembangan energi baru terbarukan (EBT) untuk meningkatkan kapasitas kelistrikan.

Ia menyebut saat ini banyak instansi yang mau berinvestasi pada pembangkit listrik EBT.

"Kami mendorong penggunaan biomas dalam pembangkitan listrik," lontarnya.

Adapun Senior Manajer Perencanaan PLN Wilayah Kalselteng, Nur Suratmoko, menambahkan daya terpasang listrik di Kalsel, Kaltim, dan Kalteng berada di angka 1.900 mega watt (MW), sedangkan daya mampu 1.500 MW dan beban puncak 1.200 MW.

Dijelaskannya, pihaknya juga terus mengembangkan EBT dalam pembangkitan listrik. Di daerah Sukadamai, Tanah Bumbu, sedang dikembangka pembakaran menggunakan biogas dengan kapastis 2,5 MW dan diperkirakan Juni mendatang sudah operasional.

Sebagian pembangkit diakuinya masih menggunakan solar pada PLTD, namun sedang dicoba saat siang hari menggunakan pembangkit listrik tenaga suri (PLTS). "Penggunaan PLTS di PLTD pada siang hari masih dikaji, mudah-mudahan segera dilaksanakan," akunya.

Ia menambahkan, penggunaan biomas dalam pembakaran pembangkit listrik belum dikembangkan, namun disebutnya sudah ada beberapa investor yang menawarkan diri.

"Sudah ada di Kalteng yang menawarkan biomas menggunakan palet kayu sebagai bahan bakar, nanti tergantung bagaimana perencanaan," ucapnya.

Yuni Shara Ungkap Hubungan Krisdayanti - Raul Lemos Pasca Santer Isu Perceraian, Tante Aurel: Puber!

Terlindas Truk di Jembatan Barito Batola Kalsel, Warga Kolam Kiri Kapuas Kalteng Tewas

BREAKING NEWS : Dugaan Pembakaran di MAN 1 Hulu Sungai Tengah Kembali Terjadi, Ini Ketiga Kali

Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Adi Santoso, yang mewakili Sekdaprov Kalsel, Abdul Haris Makkie, mengharapkan adanya peningkatan infrastruktur di daerah terpencil guna pemerataan pembangunan.

"Saya berharap program atau kegiatan bidang ESDM dapat memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan menyediakan lapangan kerja," pesannya. (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved