Kriminalitas Internasional

5 Warga Turki Tewas Ditembak di Jerman, Pelaku yang Juga Ekstremis Tewas Bersama Ibunya

5 Warga Turki Tewas Ditembak di Jerman, Pelaku yang Juga Ekstremis Tewas Bersama Ibunya

5 Warga Turki Tewas Ditembak di Jerman, Pelaku yang Juga Ekstremis Tewas Bersama Ibunya
AFP/ODD ANDERSEN
Petugas koroner membawa salah satu jenazah korban penembakan di bar shisha Hanau, dekat Frankfurt am Main, barat Jerman, pada 20 Februari 2020. Sebanyak 9 orang tewas dalam insiden yang diduga dilakukan ekstremis sayap kanan, di mana polisi mengidentifikasinya sebagai Tobias R. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bereaksi setelah lima warganya jadi korban tewas penembakan Jerman pada Rabu (19/2/2020).

Total sembilan orang terbunuh ketika seorang pria, diidentifikasi bernama Tobias R, menembaki dua bar shisha di Hanau pada Rabu malam waktu setempat.

Tobias R yang diyakini adalah ekstremis sayap kanan ditemukan tewas bersama ibunya ketika polisi menyerbu apartemennya pada Kamis dini hari (20/2/2020).

Duta Besar Turki untuk Berlin, Ali Kemal Aydin, mengonfirmasi lima warganya tewas dalam penembakan Jerman, dilansir Hurriyet.

Kelakuan Sang Ibu Jadi Pemicu Siswi SMA Dihamili Adik Kandungnya yang Masih SD, Sedih dan Menyesal!

Mati-matian Lahirkan Sendiri di Kos, Cewek Ini Kaget Pacarnya Malah Mau Menyerahkan Bayinya ke Orang

Penampakan Adegan Mesum Jadi Sorotan, Gadis di Banjarbaru Ini Cuek dan Tetap Bernyanyi TikTok

Blak-blakan Thohir, Nadiem, Wishnutama Ngaku Berat Jadi Menteri Jokowi, Najwa Shihab Tawarkan Ini

Kemudian berdasarkan Kon-Med, Asosiasi Kurdi di Jerman menuturkan, ada anggotanya yang menjadi korban dalam serangan di Hanau.

Selain itu sebagaimana diberitakan BBC, terdapat warga Bulgaria dan Bosnia, dengan usia korban bervariasi mulai dari 21 hingga 44 tahun.

Dalam peresmian Perpustakaan Kepresidenan di Ankara, Erdogan menerangkan negaranya "mengawasi ketat" perkembangan penyelidikan di Jerman.

"Turki, dan secara khusus Kedutaan Turki di Berlin, secara hati-hati akan terus memonitor perkembangan yang ada," jelas mantan Wali Kota Istanbul itu.

Sementara Kementerian Luar Negeri menyatakan, penembakan di dua bar shisha merupakan manifestasi suram akan meningkatnya rasisme.

"Tidak bisa jika melihatnya hanya sebagai aksi individu. Kurangnya sensitivitas menunjukkan meningkatnya insiden xenofobia akhir-akhir ini," ujar kementerian.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved