Berita Nasional

Penyelidikan 36 Kasus Dugaan Korupsi Dihentikan, Juru Bicara KPK : Sesuai Prinsip Kepastian Hukum

Penyelidikan 36 Kasus Dugaan Korupsi Dihentikan, Juru Bicara KPK : Sesuai Prinsip Kepastian Hukum

Penyelidikan 36 Kasus Dugaan Korupsi Dihentikan, Juru Bicara KPK :  Sesuai Prinsip Kepastian Hukum
(KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D)
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (19/2/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Sebanyak 36 kasus yang masih di tahap penyelidikan dihentikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK). Kebijakan ini, dilakukan dengan alasan kepastian hukum dan akuntabilitas.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, jenis penyelidikan yang dihentikan cukup beragam, yaitu terkait dugaan korupsi oleh kepala daerah, BUMN, aparat penegak hukum, kementerian/lembaga, dan DPR atau DPRD.

"KPK mengonfirmasi telah menghentikan 36 perkara di tahap Penyelidikan. Hal ini kami uraikan lebih lanjut sesuai dengan prinsip kepastian hukum, keterbukaan dan akuntabilitas pada publik," kata Ali dalam keterangan tertulis, Kamis (20/2/2020).

Ali menuturkan, penghentian 36 kasus itu dilakukan secara hati-hati dan penuh pertimbangan.

Ada Gubernur Rasa Presiden di Kalimantan Dilaporkan ke Jokowi, Ini Kata Anggota DPR RI Dapil Kalsel

Syok Putra Ahmad Dhani - Maia Estianty Saat Ashraf Sinclair Meninggal, Anak Mulan Jamela Ucap Ini

VIDEO Diduga Hendak Curi Laptop di MAN 1 Hulu Sungai Tengah yang Tebakar, Seorang Lelaki Diamankan

Polisi Masih Lakukan Penyelidikan Dugaan Pembakaran MAN 1 Hulu Sungai Tengah

Ali menguraikan, sembilan kasus di antara sudah ditangani sejak lama yakni sejak 2011, 2013, dan 2015.

"Selama proses penyelidikan dilakukan tidak terpenuhi syarat untuk ditingkatkan ke penyidikan, seperti: bukti permulaan yang cukup, bukan tindak pidana korupsi dan alasan lain yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum," kata Ali.

Ali menegaskan, penghentian penyelidikan merupakan hal yang lumrah dilakukan. Ia menyebut, sudah ada 162 penyelidikan yang dihentikan dalam lima tahun terakhir sejak 2016.

Ali menjelaskan, secara definisi, penyelidikan adalah serangkaian kegiatan penyelidik untuk menemukan suatu peristiwa pidana untuk menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan.

Apabila dalam tahap penyelidikan ditemukan peristiwa pidana dan bukti permulaan yang cukup, maka perkara yang diselidiki dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan.

"Dan, sebaliknya sebagai konsekuensi logis, jika tidak ditemukan hal tersebut maka perkara dihentikan penyelidikannya," kata Ali.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved