Berita Banjar

VIDEO Megah Mentereng, Tapi Instalasi Farmasi Kesehatan Martapura Tak Kunjung Dioperasionalkan

Megah Mentereng, Tapi Instalasi Farmasi Kesehatan Martapura Tak Kunjung Dioperasionalkan

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Instalasi Farmasi Kesehatan (IFK) di kawasan Jalan Albasia Gang II, Martapura, telah selesai dibangun Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjar pada pengujung 2019 lalu.

Namun hingga sekarang bangunan megah dua lantai tersebut tak kunjung dioperasionalkan. Padahal syukuran dan salat hajat pun telah dilakukan pada 2 Januari 2020 lalu.

"Ya semoga saja segera dibuka supaya tambah ramai kawasan Albasia. Kalau ramai kan ekonomi warga setempat juga meningkat," ucap Hamdan, warga Martapura.

Menurutnya tak kunjung dioperasionalkannya IFK dikarenakan belum tuntasnya sengeketa lahan di area IFK tersebut antara Pemkab Banjar dan Ngudiyo, warga Albasia.

Foto Penampakan Kuburan Suami BCL, Ashraf Sinclair Kini, Wajah Bunga Citra Lestari Terlihat Begini

Selepas Anji Manji & Roger Danuarta, Sheila Marcia Kini Menikahi Dimas Akira, Ini Sosok sang Suami

Nabung Sampah, PNS Banjarmasin Bisa Dapat Rp 1 Juta Jelang Lebaran

Pilkada Kotabaru 2020: Cukupi Syarat Kursi Maju Pilkada, Zairullah Mulai Sosialisasi Door to Door

Namun sebenarnya bisa saja dioperasionalkan karena lahan yang disengketakan adalah lahan bagian depan yang ada rumah/warung Ngudiyo. Sedangkan bangunan IFK berada di belakang rumah Ngudiyo.

Pantauan banjarmasinpost.co.id, bangunan IFK tersebut berukuran cukup besar. Berdesain minimalis dan mentereng karena memang baru saja selesai dibangun.

Halaman samping juga sudah ada, dicor semen. Areanya juga lumayan lapang, tapi tidak ada jembatan untuk akses masuk, yang ada saluran drainase yang menjangkau ke drainase utama di Jalan Albasia. Bangunan IFK berada di Jalan Albasia Gang II.

Penuturan pejabat lama kepala Dinas Kesehatan Banjar Ikhwansyah yang sejak sekitar sebulan lalu menjabat keoala Dinas Pemuda dan Olahraga Banjar, beberapa waktu lalu, area lahan yang saat ini masih berdiri rumah/warung Ngudiyo akan dijadikan halaman depan untuk parkir.

Catatan banjarmasinpost.co.id, sengketa lahan antara Pemkab Banjar dan Ngudiyo saat ini masih berproses di Pengadilan Negeri (PN) Martapura. Ngudiyo menggugat secara perdata Pemkab Banjar dan BPN. Dua kali sidang digelar sejak 17 Desember 2019 lalu pada 21 Januari 2020, namun tertunda dan kembali dijadwalkan pada 25 Februari 2020.

Meski baru selesai dibangun, namun tampak adanya kerusakan fisik meski tak seberapa. Dari balik kaca terlihat lis plafon dekat tangga terlepas sepanjang sekitar setengah meter. Sementara di sudut kanan teras depan ada bangkai anak kucing.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved