Berita Tapin

Dilantik Jadi Ketua DPD PPNI Tapin, Iskandar Janji Fasilitasi Surat Tanda Registrasi Perawat

Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Tapin dilantik.

Dilantik Jadi Ketua DPD PPNI Tapin, Iskandar Janji Fasilitasi Surat Tanda Registrasi Perawat
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Iskandar, Ketua DPD PPNI Kabupaten Tapin seusai dilantik dan seminar keperawatan di Aula RSUD Datu Sanggul Rantau, Sabtu (22/2/2020) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Tapin dilantik.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah PPNI Provinsi Kalsel  di Aula RSUD Datu Sanggul Rantau, Sabtu (21/2/2020).

Iskandar, Ketua DPD PPNI Kabupaten Tapin mengatakan keberadaan PPNI di Kabupaten Tapin sebagai organisasi keperawatan berkontribusi terhadap Pemerintah Daerah setempat.

"Kontribusi kepada Pemerintah Daerah khususnya peningkatan kualitas SDM perawat dengan cara pelatihan dan seminar tentang regulasi keperawatan," kata Iskandar.

VIDEO Suasana Jelang Haul ke-15 Guru Sekumpul, Sejak Pagi Ramai Dikunjungi Peziarah

Penampakan Orangutan Sering Dilihat Warga, Begini Penuturan Kades Kayakah Amuntai Selatan

Pembelaan Syahnaz & Nisya Soal Tudingan Buat Rumah Mewah Raffi Ahmad - Nagita Slavina Berantakan

Pose Seksi Wulan Guritno Hingga Terlihat Belahan Dada Disorot, Begini Foto Sahabat Baim Wong

Iskandar berjanji DPD PPNI Kabupaten Tapin akan memfasilitasi proses pengurusan STR (surat tanda registrasi) agar seluruh perawat memiliki izin praktek.

Itu untuk menindaklanjuti keinginanPemerintah Kabupaten yang membangun rumah sakit baru yang masih memiliki keterbatasan tenaga keperawatan.

"Kabupaten Tapin masih kurang tentang keperawatannya. Kemudian yang sudah ada tenaga keperawatannya akan ditingkatkan kualitasnya," katanya.

Iskandar berharap Pemerintah Daerah dapat memberikan formasi pengangkatan tenaga keperawatan sebagai ASN terutama putra daerah.

Menurutnya tidak sedikit lulusan D3 Keperawatan yang bekerja di Puskesmas dan rumah sakit hanya bekerja sebagai tenaga magang.

"Kalau tidak bekerja, ilmu yang diperoleh bersangkutan akan hilang sehingga yang merugi Pemerintah Kabupaten Tapin," katanya.

Halaman
12
Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved