Objek Wisata Kalsel

Alam Eksotis Kalimantan Menikmati Pesona Eco Wisata Tahura Mandiangin Kabupaten Banjar

Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Mandiangin di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalamantan Selatan, destinasi wisata unggulan.

BANJARMASINPOSTGROUP/NIAKURNIAWAN
BANJARMASINPOSTGROUP/NIAKURNIAWAN Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Mandiangin, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, destinasi wisata unggulan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Mandiangin di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalamantan Selatan, destinasi wisata unggulan.

Tahura Sultan Adam Mandiangin menawarkan eksotisme alam Kalimantan yang masih alami.

Tahura Sultan Adam Mandiangin memiliki luas 112.000 hektare yang bisa di eksplore oleh para wisatawan dengan 200 hektare yang sudah ditata sedemikian rupa.

Tahura Sultan Adam Mandiangin juga masuk pada kawasan Geopark Meratus Mandiangin Geosite yang dirancang Pemprov Kalsel untuk menjadi Unesco Geopark atau Geopark Internasional.

Tahura Sultan Adam Mandiangin berjarak sekitar 80 kilometer dari ibukota Provinsi Kalsel, Banjarmasin, atau bisa ditempuh selama dua jam perjalanan menggunakan mobil.

Ekowisata Mandiangin Tahura memiliki beberapa unit habituasi dan penangkaran satwa endemik Kalimantan yang termasuk kategori langka dan dilindungi.

VIDEO Dua Bakal Pasangan Calon Serahkan Berkas ke KPU Kota Banjarmasin

Pembina Pramuka di SDN Rantau Kanan 1 Senang Anak Asuhnya Dilibatkan Upacara Gelar Senja Tiap Bulan

VIDEO Pasangan Edy dan Astina Optimis Maju Jalur Independen di Kota Banjarbaru

Raffi Ahmad & Nagita Slavina Datangi Kakak Ayu Ting Ting Setiba di Indonesia, Ini yang Dilakukan

Satwa tersebut, bekantan, owa-owa, rusa sambar, beruang madu dan binturung, serta spot spot menarik yang layak menjadi tujuan utama destinasi wisata di Provinsi Kalimantan Selatan.

Jadi pilihan jalan-jalan Banjarmasinpost.co.id kali ini, sebelum menikmati lebih jauh bisa dikenali lebih dulu beberapa spot andalan di kawasan ini.

1. Penangkaran Rusa
Penangkaran rusa sambar dengan lahan seluas 2 hektare sejak tahun 2011 didatangkan rusa sambar sebanyak 4 ekor dan sampai tahun 2018 berkembang biak menjadi 24 ekor. Penangkaran rusa sambar ini merupakan salah satu ikon wisata Mandiangin karena pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan satwa tersebut, sehingga memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Letaknya, sekitar 660 meter dari loket retribusi.

2. Agro Wisata
Agro Wisata Mandiangin dengan luas 3 hektare dengan beragam tanaman buah-buahan, durian, rambutan dan sebagainya. Pengunjung dapat memetik dan memakan buah langsung ditempat jarak tempuh sekitar 1,7 km dari loket retribusi

3. Plaza Mandiangin
Area lapangan yang bisa digunakan untuk aktivitas atau kegiatan seperti family gathering, acara musik dan sebagainya. Dilengkapi fasilitas area bermain anak-anak outbound shelter toilet dan warung wisata serta tempat parkir yang luas, jarak tempuh sekitar 200 meter dari loket retribusi.

Penanamn pohon hias di Tahura Sultan Adam Mandiangin, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Senin (3/2/2020).
Penanamn pohon hias di Tahura Sultan Adam Mandiangin, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Senin (3/2/2020). (FOTO DARI HUMAS DISHUT KALSEL UNTUK BPOST GROUP)

4. Arboretum
Arboretum atau kebun botani adalah suatu lahan berbagai jenis tumbuhan yang ditunjukkan untuk keperluan koleksi penelitian dan konservasi serta sebagai sarana wisata dan pendidikan bagi pengunjung. Pada ekowisata Mandiangin terdapat dua lokasi arboretum, yaitu arboretum tanaman khas endemik Kalimantan, pohon ulin, meranti dan lain-lain dan arboretum bambu dengan 48 jenis bambu yang ada di Kalimantan. Letaknya, sekitar 660 meter sampai 1,6 km dari loket retribusi.

5. Camping Ground
Untuk bercengkrama dengan alam, eco wisata Mandiangin menyediakan beberapa spot camping dengan suasana yang asri sungai kecil dan pepohonan yang rindang dan sejuk jarak tempuh bervariasi dari 50 meter sampai 4 km dari loket retribusi.

6. Kolam Belanda
Kolam renang yang terletak di pinggir jalan ini diresmikan pada tanggal 26 Februari 1939 oleh Gouverneur Van Borneo , Dr Bauke Jan (B.J) Haga. Kolam ini merupakan salah satu situs sejarah peninggalan Belanda yang berada di eco wisata Mandiangin sehingga kolam renang ini lebih dikenal dengan sebutan kolam Belanda. Pengunjung dapat berenang atau sekadar merendam kaki sambil menikmati kesegaran air pegunungan dan kesejukan dari rimbunnya pepohonan terdapat fasilitas toilet dan kamar ganti, jarak tempuh sekitar 1,5 km dari loket retribusi.

7. Air Terjun
Ada tiga buah air terjun terdapat di Tahura Mandiangin, yaitu Mandin Putri kembar, Mandin Putri dan Mandin Tirai Hujan yang merupakan spot favorit bagi keluarga dengan air yang bersih dan alami dari pegunungan, sehingga pengunjung dapat mandi dan bermain air. Tersedia juga, toilet dan kamar ganti. Jarak tempuh sekitar 150 sampai 1.600 meter dari lokasi retribusi.

8. Puncak Repeater
Terdapat dua puncak yang menjadi favorit pengunjung di Tahura Mandiangin, yaitu Puncak Tengger dengan ketinggian 356 mdpl dan Puncak Repeater dengan ketinggian 455 mdpl. Pengunjung dapat menikmati keindahan alam dengan waktu terbaik, yaitu saat sunrise maupun sunset dengan deretan awan yang terlihat cantik sehingga serasa berada di negeri di atas awan, ditambah view waduk Riam kanan hamparan pegunungan dan indah serta Kota Banjarbaru dan Martapura dari kejauhan. Tersedia fasilitas shelter dan toilet bagi pengunjung, juga tempat duduk dengan latar pemandangan yang indah. Jarak tempuh sekitar 3,8 km dan 4,8 km dari loket retribusi.

9. Pesanggrahan Belanda
Pasanggrahan Belanda diresmikan tanggal 26 Februari 1939 oleh Gouverneur Van Borneo , Dr Bauke Jan (B.J) Haga. Di kompleks pasanggrahan tersebut, dulunya terdapat sanatorium yang yang berfungsi sebagai rumah sakit paru-paru dan area olahraga berupa lapangan tenis garasi. Dikenal juga dengan sebutan Benteng Belanda pada tahun 2018, taman hutan raya Sultan Adam melakukan restorasi kompleks Pasanggrahan Belanda yang dibuat berdasarkan kajian para ahli, sehingga desain dan bentuknya mendekati mirip dengan bangunan aslinya. Pesanggrahan dengan gaya bangunan arsitektur Eropa terdiri dari cor beton pada pondasi dan dinding kayu ulin serta ornamen bangunan yang klasik menjadi daya tarik bagi pengunjung dalam menambah wawasan dan pengalaman yang tak terlupakan jarak tempuh sekitar 5 km dari loket tribusi
(Banjarmasinpost.co.id/Niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved