BPost Cetak

Pulang dari Jepang, Dinkes Banjarmasin Bakal Larang Perawat Gunakan Ponsel Saat Kerja

Pulang dari Jepang, Dinkes Banjarmasin Bakal Larang Perawat Gunakan Ponsel Saat Kerja

Pulang dari Jepang, Dinkes Banjarmasin Bakal Larang Perawat Gunakan Ponsel Saat Kerja
BPost Cetak
BPost Edisi Senin (24/2/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin melalui dinas kesehatan berencana memperketat sistem kerja perawat kesehatan.

Bercermin dari budaya tenaga kesehatan di Jepang, salah satu aturan yang akan diterapkan adalah larangan menggunakan telepon seluler (ponsel) saat bekerja.

Kadinkes Banjarmasin, Machli Riyadi, tidak menampik hal itu. Dia mengatakan sebelum bekerja, para perawat di Jepang menyetorkan atau menyimpan ponsel di loker. Ponsel bisa diambil dan digunakan setelah perawat menunaikan kewajiban.

Hal itu dilihatnya saat mengikuti Wali Kota Ibnu Sina dan anggota DPRD Banjarmasin studi ke Kaikoukai Healthcare Corp Nagoya, Jepang, beberapa waktu lalu.

Foto Ashanty Dipeluk Pria Ganteng Ini Bikin Anang Bereaksi Begini, Aurel Hermansyah: Bunda Ya Allah!

Pasha Ungu Tiba-tiba Meninggal Dunia Seperti Suami BCL, Ashraf Sinclair Jadi Ketakutan Adelia Pasha

Menguak Pembajakan Hak Cipta Lagu, Manajer Kafe Kaget Wajib Bayar Royalti

Keberhasilan Nadim Ditentukan Ini, Merdeka atau Budak?

“Berbeda dengan kita (perawat di kota Banjarmasin) yang terlihat memainkan bahkan sering kali sangat susah lepas dari handphone,” ungkapnya.

Selain itu, tambah Machli, perawat di Jepang melayani pasien sepenuh hati. “Meski varian pelayanan kesehatan di Jepang sangat maju, mereka tidak menyampingkan budaya melayani pasien yang baik dan sepenuh hati,” katanya.

Menurut Machli, Kaikoukai Healthcare Corp Nagoya juga sangat memperhatikan kebersihan.

Sehubung itu pula, Machli berharap kunjungan tersebut ditindaklanjuti dengan kerja sama.
Salah satu bentuk kerja sama yang akan direalisasikan adalah pengiriman tenaga kesehatan ke Jepang untuk dimagangkan.

“Mereka memerlukan 5.000 lebih tenaga perawat dari Banjarmasin untuk dimagangkan ke sana, khususnya D3 dan S1 Keperawatan ya,” jelas Machli.

Disinggung kemana perawat tersebut akan ditempatkan, Machli juga mengatakan di antaranya rumah sakit dan panti jompo atau rumah lanjut usia (lansia). Di Jepang, banyak lansia.

“Makanya, kekurangan perawat menjadi problem mereka,” jelasnya.

 VIDEO Mahasiswi Ini Rutin Beri Makan Kucing Liar Setiap Hari di Sudut-sudut Kota di Banjarmasin

Dari Puncak, Santai di Kolam Belanda, Lalu Beri Makan Rusa di Mandiangin Kabupaten Banjar

Curi Celana Dalam Wanita, Pria Ini Lakukan Ritual Seks Aneh, Bersetubuh dengan Jok Motornya Sendiri

Selain itu, tambah Machli, dalam waktu dekat dinkes kedatangan empat tenaga kesehatan dari Jepang. Tidak sekadar berkunjung, mereka akan berbagi pengetahuan dan keterampilan.

“Insya Allah pertemuan digelar pada tanggal 4 April. Sedangkan untuk pelaksanaannya di HBI. Untuk itu ke depan pihaknya akan mengundang seluruh kampus di kota Banjarmasin dan sebagian Banjarbaru. Sehingga diharapkan bisa menimba ilmu dari mereka,” jelasnya. (banjarmasinpost.co.id/ahmad rizky abdul gani)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved