Opini

Apa Kabar Stafsus Milenial?

Staff khusus milenial memiliki tugas dan fungsi strategis untuk membantu Presiden Jokowi dalam kurun waktu 5 tahun ke depan

(KOMPAS.com/Ihsanuddin)
Presiden Joko Widodo memperkenalkan 7 orang staf khususnya dari kalangan milenial. Pengumuman itu dilakukan di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/11/2019). 

Oleh: Usluddin Mahasiswa Magister Sosiologi Unhas

SESAAT pengumuman kemenangan incumbent Pilpres pada Oktober akhir tahun lalu, pasangan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin langsung tancap gas untuk membenahi roda kepemimpinan periode kedua.

Semua amunisi dipersiapkan guna menyegarkan kembali roda organisasi pemerintahan untuk mencapai segenap program kerja yang menjadi janji-janji kampanye saat kampanye lalu.

Satu dari sekian banyak pembenahan amunisi tersebut, dengan merekrut tujuh orang anak muda yang kemudian didapuk sebagai Staff Khusus Milenial.

Staff khusus milenial memiliki tugas dan fungsi strategis untuk membantu Presiden Jokowi dalam kurun waktu 5 tahun ke depan, khususnya untuk mengawal isu-isu nasional yang berkaitan dengan pengembangan intelektual anak muda agar sesuai dengan perkembangan dan zaman yang ada saat ini.

Sosok yang Ikut Biayai Liburan Raffi Ahmad & Nagita Slavina Disebut, Kakak Syahnaz Habiskan Rp 10 M

Hakim Minta Rano Tak Bohong, Si Doel Akui Terima Rp 7,5 Miliar Sebelum Jadi Wagub

Pencipta Lagu Banjar Harusnya Dapat Royalti, Sayang Banyak Tidak Lakukan Ini

RUU Omnibus Law Didemo, Mahasiswa Tolak Masuk Kantor DPRD Kalsel

Kita tahu bahwa isu pembangunan yang bertumpu pada kekuatan anak muda sangat signifikan dalam mengarahkan arah kebijakan sebuah negara. Bahkan, disinyalir anak mudalah yang akan menjadi tombak pembangunan bangsa ini dimasa mendatang.

Pro kontra memang terjadi pada saat itu, wacana kontra masyarakat kian berhembus kuat sebab kondisi keuangan negara sedang sekarat apalagi jika menambah beban untuk menggaji para anak muda yang tergabung dalam staf khusus tersebut.

Belum lagi, job desk mereka masih sangat membingungkan. Alasan lain, adanya staf khusus milenial ini juga kontradiksi dengan penyataan Presiden Joko Widodo yang selalu berdalih akan memangkas dan merampingkan man power yang ia gunakan untuk mendukung akselerasi pembangunan agar kian fleksibel.

Setelah 100 hari pascapelantikan, kini kita pantas untuk mencari tahu sejauhmana peran para staf khusus milenial itu dalam mendukung upaya pemerintah khususnya dalam mengawal isu-isu strategis yang berkaitan anak muda.

Secara pribadi, dari pengalaman penulis dalam mengikuti setiap pemberitaan (cetak maupun elektronik) hingga saat ini belum pernah sekalipun menyaksikan para staf khusus millenial itu tampil untuk mewakili pemerintah dalam beberapa kasus yang sudah menjadi pemberitaan nasional.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved