Berita Banjarbaru

Kepala Bappeda Fajar Desira Bilang Kalsel Jangan Lagi Tergantung dari Batu Bara

Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah meraba-raba tentang apa 2021 nanti harus lebih inovatif dalam sektor pariwisata dan pembangunan ekonomi kreatif.

Kepala Bappeda Fajar Desira Bilang Kalsel Jangan Lagi Tergantung dari Batu Bara
BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Kepala Bapedda Kalsel, Nurul Fajar Desira 

BANJARMASINPOST.CO.ID BANJARBARU - Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah meraba-raba tentang apa 2021 nanti harus lebih inovatif dalam sektor pariwisata dan pembangunan ekonomi kreatif.

Jika tidak, maka Kalsel tetap akan tergantungan dengan sektor batubara yang mana tidak bisa didaurulang.

Itu diungkapkan Kepala Bapedda Kalsel, Nurul Fajar Desira, Rabu (26/2/2020), di sela forum konsultasi publik penyusunan rencana kerja 2021, di Aula Bapedda, Banjarbaru.

"Kondisi saat ini, Kalsel masih sangat ketergantungan dari batu bara. Ke depan, sudah harus diubah. Jika tidak, maka ketika ada dampak perekonomian global melambat, maka akan berdampak ke Kalimantan Selatan juga," ungkapnya.

Apalagi, Kalsel ini secara struktur ekonomi masih didominasi ekspore bahan mentah, batubara, CPO, Karet dan Kayu Lapis. Sehingga ketika ekonomi global bergejolak maka juga berdampak dan bergerak lambat. 

"Karena itu, solusinya, ke depan harus berinovasi mengolah produk yang punya nilai tambahnya atau sering disebut hilirisasi industri. Batu bara jangan lagi dijual, tapi dicari turunannya apa mungkin gas dan sejenisnya, Kalau karet, jangan dijual mentahnya, tapi di sini dibuat pabrik karet, jual springbed, sandal atau bahan olahan dari katet lainnya," ulas Fajar Desira.

VIDEO PT Bank Rakyat Indonesia Kanwil Banjarmasin Lakukan Kerja Sama dengan Kejaksaan Tinggi Kalsel

Rajab 1441 H - Video Penjelasan Ustadz Abdul Somad, Ustadz Adi Hidayat & Buya Yahya Soal Puasa Rajab

Akhir 2020 Jalan Penghubung Batulicin-Banjarbaru Bisa Dilalui dengan Waktu Tempuh 2,5 Jam

VIDEO Daerah-daerah Ini yang Dilayani Kapal Pelni dari Pelabuhan Batulicin Kalsel

Keluhan Syahnaz Soal Kasur Rp 250 Juta Raffi Ahmad & Nagita Slavina Pasca Terusir dari Kamar Raffi

BREAKING NEWS - Artis Berinisial VS dan Temannya AN Ditangkap Polisi Terkait Narkoba

Kemudian juga, Crude Palm Oil (CPO), ke depan jangan jual mentah lagi.

Tapi, juga jual minyak goreng.

Ada juga kayu lapis juga diusahakan jangan diekpor mentah tapi diusahakan jual furniturenya atau yang punya nilai tambah lainnya dari kayu.

"Jika hal itu terjadi, maka perekonomian tidak akan mudah terpengaruh dengan ekonomi global," imbuh Fajar 

Selain itu, Kalsel juga punya sektor lain potensi pariwisata Kalsel unik.

Pasar terapung, pendulangan intan, Lembah Kahung, Loksado, rakit bambu, kerbau rawa, konservasi bekantan dan termasuk keunikan di Goepark Meratus, dimana ada jenis batu yang langka di dunia ada di Mentewe Kabupaten Tanahbumbu.

Juga, ada gaya tradisional melenggang intan. 

"Cumam semua itu sekatang belum terkemas baik. Ke depan, ini yang harus dikerjakan mengarap pariwisata demgan baik dan menjadi prioritas kedepan untuk meninggalkan sektor batubara," tandas Fajar. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved