Breaking News:

Berita Kabupaten Banjar

Rumah Nyaris Ambruk di Sungailulut Kabupaten Banjar, Pemilik Bangunan Menduga karena Kesalahan ini

Rumah Nyaris Ambruk di Sungailulut Kabupaten Banjar, Pemilik Bangunan Menduga karena Kesalahan ini

banjarmasinpost.co.id/ghanie
kepala pria berdarah diduga akibat ketiban material saat proses pembongkaran dilakukan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pasca nyaris ambruknya sebuah bangunan di RT 6 Kompleks Putra Gemilang Blok G, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar Kalsel, masih menyita perhatian warga, Rabu (26/2/2020) siang.

Bahkan tidak sekedar menonton, mereka juga terlihat bahu membahu mengantisipasi ambruknya bangunan berloteng tersebut dengan beberapa upaya.

Diantaranya mengikatkan tali tambang ke masing-masing dua tiang pada bangunan yang nyaris ambruk.

Warga juga terlihat membongkar sedikit demi sedikit material rumah yang dihuni lima kepala tersebut.

"Iya, mau tidak mau harus dibongkar habis. Kalau tidak dikhawatirkan menambah parah bangunan yang ada di sebelahnya," kata Toni, sang pemilik rumah.

Pose Ashanty & Anang Serupai Gaya Hyun Bin & Seo Ye Jin Disorot Aurel Hermansyah, Ussy Bilang Ini

Tamu Hotel di Kota Banjarmasin Ditemukan Jadi Mayat, Saksi Sempat Melihat Korban Mondar Mandir

Komentar Syahrini di Postingan Paris Hilton Dibalas Begini, Istri Reino Barack Ternyata Tulis Ini

Lebih dari itu, Toni juga berencana akan menyiapkan dana untuk mengupah sejumlah pekerja yang bersedia membongkar total bangunannya tersebut.

"Kalau ini masih penanganan dini saja. Tapi tetap ke depan harus dibongkar total, karena tidak memungkinkan untuk diperbaiki," jelasnya.

Toni menuding penyebab nyaris ambruknya bangunan yang miliki itu diduga lantaran ada 'sunduk' pada salah satu pondasi rumahnya yang lepas atau patah.

Bangunan yang seyogianya menitikberatkan beban pada pondasi itu, gagal dan seketika membuat ambles pada sebagian lantai rumahnya.

"Kemungkinan salah perhitungan dari pekerjanya terdahulu. Karena dulu, saya sempat menyarankan agar memasang pondasi berupa balok berukuran 10×10. Tapi karena si pekerja yakin 8×10 sudah dianggap kuat sehingga dia pun memaksanya," ujar Toni.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved