Ekonomi dan Bisnis

Hadapi Event BSF 2020, Pebisnis Sasirangan Banua Siapkan Produk Andalan, Ada kain Satin

Hadapi Event BSF 2020, Pebisnis Sasirangan Banua Siapkan Produk Andalan, Ada kain Satin, 3D dan produk sasirangan kreatif.

Hadapi Event BSF 2020, Pebisnis Sasirangan Banua Siapkan Produk Andalan, Ada kain Satin
banjarmasinpost.co.id/mariana
Produksi sasirangan kreatif D'Lamiz Modez-8. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pameran menjadi sarana efektif para pebisnis sasirangan Banua untuk memasarkan produk-produk hasil karyanya. 

Sebagaimana diungkapkan perajin Sasirangan dari Sungai Andai Banjarmasin, Nana Adiella yang sering mengikuti berbagai pameran baik di Banjarmasin, Banjarbaru, maupun luar Kalimantan Selatan (Kalsel).

Terdekat bakal ada event Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) 2020, yang akan digelar pada 4-8 Maret di Siring Menara Pandang Banjarmasin.

"Untuk persiapan sama dengan pameran-pameran lainnya, kami masih persiapkan kain katun satin karena lebih bagus untuk membentuk pola dan kesannya lebih tebal," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Kamis (27/2/2020).

Sidak Rutan Kandangan, Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Kalsel Temukan Peralatan Ini

Ingin Mencicipi Nasi Humbal Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Bisa Pesan ke Komunitas Ini

Kilas Balik 1 Tahun Pernikahan Syahrini-Reino Barack, Rencana Nikah Ulang & Drama dengan Luna Maya

Ariel Tatum Dicium Dodit Mulyanto, Begini Ekspresi Al Ghazali Pada sang Mantan Pacar

Harga kain tersebut dibanderol mulai Rp 50.000-500.000 per potong. Selain kain, Nana juga akan memasarkan produk sasirangan kreatif miliknya dengan brand D'lamis Modez.

Di antaranya ada tas, tas purun, baju setelan sasirangan, dan kipas sasirangan yang berjumlah sebanyak 200 item yang akan dibawa selama pameran berlangsung. Yang dibanderol seharga mulai Rp 50.000-350.000.

Diakuinya, stand yang didapatkannya difasilitasi oleh Dinas UKM dan Koperasi Kota Banjarmasin. Ia pun senang dan optimistis mampu memasarkan lebih banyak produknya.

"Selama lima hari event BSF, kami menargetkan bisa menghasilkan omzet sekitar Rp 10 juta insya Allah. Dan semoga banyak yang beli, sasirangan Banua bisa berjaya di tingkat nasional dan internasional," ucapnya.

Sujing Basasirangan dalam event pameran di Banjarmasin tahun lalu.
Sujing Basasirangan dalam event pameran di Banjarmasin tahun lalu. (stimewa/Muhammad Rafi)

Pebisnis sasirangan lainnya yakni Muhammad Rafi dari Sungai Jingah, turut mempersiapkan produk-produk sasirangan menuju event BSF 2020.

"Ada berbagai macam-macam kain, yakni kain polisima, katun satin, katun sutra, serta motif 3D menjadi andalan kami yang siap meramaikan acara BSF 2020 ini," ucapnya.

Ratusan Meter Kabel Lampu Penerang Jalan Telah Lenyap di Batulicin Kalsel

Sambut Jemaah Haul Guru Sekumpul, Disporabudpar Banjarbaru Siapkan Mess L untuk Penginapan Gratis

Sebar 20 Ribu Lembar ke Petugas, Awal Maret Stiker PKH Akan Ditempel

Dijelaskannya perbedaan motif 3D dengan motif lainnya adalah dari segi warna yang lebih timbul atau hidup dari motif lainnya.

Harga kain sasirangan yang dijualnya dibanderol mulai Rp 70.000 hingga Rp 600.000 per potong. Seluruh produk kain sasirangan di tempatnya hasil dari para perajin Sungai Jingah (Sujing) Basasirangan. (banjarmasinpost.co.id/mariana )


 

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved