Breaking News:

Berita Banjarbaru

Investasi Kalsel 2020 Ditarget Naik, DMPTSP Kalsel Lirik Sektor Air Minum dan Perumahan

Investasi Kalsel 2020 Ditarget Naik, DMPTSP Kalsel Lirik Sektor Air Minum dan Perumahan

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda
Suasana Rakor Forum Investasi dan PTSP Provinsi Kalsel, di aula Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Iklim investasi di Provinsi Kalimantan Selatan sudah cukup tinggi. Terbukti dari       Rp 10,5 triliun yang ditargetkan Pemerintah Pusat, Provinsi Kalsel membukukan Rp15,9 triliun. \

Tahun ini target investasi di Kalsel pun dinaikan menjadi Rp12 triliun.

"Jika dibanding tahun-tahun sebelumnya memang selalu ada kenaikan," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)Kalsel, Nafarin.

Nafarin mengakui cukup berat mencapai realisasi investasi tersebut, sebab saat ini sedang terjadi pelemaham investasi. Salah satunya dikarena wabah virus corona yang melanda dunia.

Makanan Tradisional Alami Khas Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang Disukai Wisatawan

Pria Ini Berdiri Selama 7 Jam di Trotoar, Mirip Patung, Ini Fakta yang Ditemukan Satpol PP Kebumen

Ariel Tatum Dicium Dodit Mulyanto, Begini Ekspresi Al Ghazali Pada sang Mantan Pacar

Terungkap, Siapa yang Memberi Perintah Gunduli 3 Tersangka Susur Sungai SMPN 1 Turi Sleman

Memang diakui Nafarin, China bukanlah penanam modal asing (PMA) terbesar di Kalsel. Dari catatan tahun sebelumnya negara PMA terbesar adalah Korea Selatan. "Tidak bisa dipungkiri dengan adanya wabah di dunia memengatuhi investasi ke daerah," ucapnya.

Kendati demikian ia mengaku tetap optimis, sebab selama ini potensi investasi penanam modal dalam negeri (PMDN) juga sangat besar. Bahkan menurutnya, investasi PMDN seperti air minum dalam kemasan, perumahan, dan lainnya belum tercatat.

Dikatakannya, investasi perumahan menyebar di seluruh kabupaten/kota di Kalsel, namun belum tercatat secara maksimal. "Pencatatan investasi perumahan ini nanti kami maksimalkan bersama pemkab dan pemkot. Yang saya tau nilainya cukup besar," urainya.

Sama halnya dengan bisnis perumahan, investasi air dalam kemasan yang cukup menjamur di Kalsel juga belum tercatat maksimal. Sebagaimana diketahui produk minuman yang diproduksi di Kalsel cukup banyak.

Nafarin menyebut, pencatatan investasi dari sisi pengembangan usaha. "Misal mereka membeli peralatan mesin dan perlengkapan lainnya itu harusnya masuk catatan investasi. Dari sektor PMDN itu yang nanti kami maksimalkan agar bisa mencapai target yang ditetapkan," paparnya.

Karena itu pula, pihaknya menggelar rakor investasi bersama 13 Kabupaten Kota untuk bisa mencatat investasi yang berada di darrahnya masing masing secara optimal.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved