Pilkada Kalsel 2020

Kapolres Kotabaru AKBP Andi Adnan Syafruddin Kunjungi KPU Antisipasi Perselisihan Paslon

Kapolres Kotabaru, AKBP Andi Adnan Syafruddin SIK, melaksanakan kunjungan ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotabaru, Kalsel, Rabu (26/2/2020)

Kapolres Kotabaru AKBP Andi Adnan Syafruddin Kunjungi KPU Antisipasi Perselisihan Paslon
BANJARMASINPOST.CO.ID/MAN HIDAYAT
Kapolres Kotabaru, AKBP Andi Adnan Syafruddin SIK, melaksanakan kunjungan ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotabaru, Kalsel, Rabu (26/2/2020) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kapolres Kotabaru, AKBP Andi Adnan Syafruddin SIK, melaksanakan kunjungan ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotabaru, Kalsel, Rabu (26/2/2020) sekitar pukul 21.00 Wita.

Kunjungan tersebut dilaksanakan AKBP Andi Adnan dalam rangka antisipsi perselisihan pasangan calon (paslon) independen Pilkada 2020 Kotabaru.

Hal itu terkait antisipasi perselisihan berupa berkas syarat dukungan perseorangan.

Itu pengecekan berkas apakah ada yang yang ganda atau tidak.

Verifikasi berkas syarat dukungan paslon persorangan itu dilaksanakan pada 19 Februari hingga 25 Maret mendatang.

Kapolres mengecek langsung dan selama proses itu juga diturunkan 3 pleton anggota Polres di KPU Kotabaru.

Komentar Syahrini di Postingan Paris Hilton Dibalas Begini, Istri Reino Barack Ternyata Tulis Ini

Dukung Haul Guru Sekumpul, Telkomsel Hadirkan Jaringan 4,9G dan Paket Murah Banar

Jelang Haul Guru Sekumpul, Warga Sungai Rangas Bersama Organisasi di HST Lakukan Penambalan Jalan

DPMPTSP BatolaTak Akan Persulit Pengurusan Izin Mendirikan Bangunan Rumah Walet

KPU Kabupaten Hulu Sungai Tengah Perpanjang Masa Pendaftaran Panitia Pemungutan Suara

AKBP Andi Adnan juga menanyakan proses yang sekarang berjalan dan proses verifikasinya hingga selesai.

Kunjungan itu disambut Ketua KPU Kotabaruu, Zainal Abidin, bersama Dr Apmiati, Disivisi Teknis Penyelenggara dari KPU Provinsi Kalsel.

Bahkan juga dihadiri pasangan calon, Yandi Kamitono dan Agussapura Wiranto.

Sementara, pasangan Burhnuddin dan Bahruddin, tidak berada di KPU.

Menurut Apmiati, berkas calon akan diverifikasi di lapangan, sehingga bisa diketahui apakah memenuhi syarat atau tidk memenuhi syarat.

"Misalnya kalau kami temukan dukungan ganda, maka kami akan temui dan tanya mendukung siapa. Harus menentukan. Kalau pemiliknya tidak menentukan pilihannya, maka berkas itu dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat atau TMS," kata Dr Apmiati. (Banjarmasinpost.co.id/Man Hidayat)
 

Penulis: Man Hidayat
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved