Breaking News:

Berita Banjarmasin

Selain Saham, BEI KP Kalsel Turut Kenalkan Reksa Dana Melalui Gebyar Sekolah Pasar Modal

Instrumen investasi pasar modal selain saham, yakni Reksa Dana, juga turut diedukasi Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Kalsel

Penulis: Mariana | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MARIANA
Kepala BEI KP Kalsel, Yuniar jelaskan program BEI di 2020. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Instrumen investasi pasar modal selain saham, yakni Reksa Dana, juga turut diedukasi Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kepala BEI KP Kalsel, Yuniar, Rabu (26/2/2020), mengatakan, pihaknya secara khusus akan menggelar Gebyar Sekolah Pasar Modal (SPM) Reksa Dana pada Oktober 2020 mendatang.

"Selain saham, calon investor juga akan dikenalkan dan diberi edukasi mengenai investasi Reksa Dana, tata cara investasi, keuntungan, dan risiko yang ditimbulkan," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Secara umum, Reksa Dana adalah instrumen investasi yang menghimpun dana dari masyarakat untuk ditempatkan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi. 

Reksa Dana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas. 

Komentar Syahrini di Postingan Paris Hilton Dibalas Begini, Istri Reino Barack Ternyata Tulis Ini

Mall Pelayanan Publik Tabalong akan Difungsikan, 220 pedagang di Sekitarnya Direlokasi

BPN Batola Serahkan Ratusan Sertifikat Hak Atas Tanah BMN dan BMD, Tercepat se-Indonesia

Dana Langsung Masuk Rekening Desa, Wabup HSS Harapkan Kades Tak Tergelincir Masalah Hukum

Terdakwa Kasus Dugaaan Penistaan Agama di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Tak Ajukan Eksepsi

Selain itu ditambahkannya, Reksa Dana juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal Kalsel untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Sementara itu, Managing Director Bareksa Prioritas, Ricky Rachmatulloh, meminta agar investor lebih menaruh perhatian dan peka dalam melihat dan menentukan langkah di market.

Terlebih, merebaknya endemik virus Corona yang bermula dari daratan Cina turut mempengaruhi sentimen pasar dan menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup negatif hingga di akhir perdagangan bursa di bulan Januari 2020.  

"Perkembangan negosiasi dagang antara Cina-Amerika yang berangsur menjadi lebih positif, tensi geopolitik Amerika - Iran, aksi boikot CPO Malaysia oleh India, hingga penyebaran virus Corona membuat kami di Bareksa Prioritas mengarahkan investor agar tetap stay invested di market namun dengan lebih sensitif dalam mengambil keputusan untuk menentukan alokasi asetnya. Alasannya, saat ini kami juga melihat beberapa korporasi global sudah merilis laporan keuangannya yang terlihat rata-rata sesuai ekspektasi," papar Ricky. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved