Ekonomi dan Bisnis

Instrumen Investasi Pendapatan Tetap, Bursa Efek Indonesia Kenalkan Obligasi

Instrumen Investasi Pendapatan Tetap, Bursa Efek Indonesia Kenalkan Obligasi

Instrumen Investasi Pendapatan Tetap, Bursa Efek Indonesia Kenalkan Obligasi
tribunnews/herudin
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID – Salah satu instrumen investasi di Pasar Modal adalah obligasi. Berbeda dengan saham yang merupakan bukti kepemilikan sebuah perusahaan, obligasi merupakan surat utang jangka menengah-panjang yang dapat dipindahtangankan, yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan (issuer) untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu, dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pemegang obligasi.

Kepemilikan sebuah obligasi hanya sampai obligasi tersebut jatuh tempo.

Kepala Bursa Efek Indonesia Kalsel, Yuniar menjelaskan, obligasi dapat diterbitkan oleh perusahaan maupun negara. Obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan disebut sebagai obligasi korporasi. Sedangkan obligasi yang diterbitkan negara disebut sebagai Surat Utang Negara (SUN).

"Dalam hal sebuah korporasi menerbitkan obligasi, pada umumnya proceed yang didapatkan akan digunakan untuk membiayai ekspansi usaha, menambah cash flow perusahaan, refinancing, atau kebutuhan pendanaan lain. Adapun SUN, sebagaimana dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara, SUN diterbitkan dengan tujuan untuk membiayai defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, menutup kekurangan kas jangka pendek akibat ketidaksesuaian antara arus kas penerimaan dan pengeluaran dari Rekening Kas Negara dalam satu tahun anggaran dan untuk mengelola portofolio utang negara," jelasnya melalui siaran pers kepada Banjarmasinpost.co.id.

Selain tujuan penggunaan dananya, hal lain yang membedakan antara obligasi korporasi dengan SUN adalah tingkat risiko. Risiko utama dari obligasi adalah risiko gagal bayar (default risk).

Postingan Luna Maya Tepat Setahun Pernikahan Syahrini - Reino Barack Disorot, Ini Ucap Sohib Ryochin

Hasil Tes Kehamilan Nagita Slavina Ditanyakan Raffi Ahmad, Kakak Syahnaz Kecewa ke Rafathar, Sebab?

VIDEO Relawan Haul Guru Sekumpul di Tapin Tambal Lubang di Jalan

Tiga SPBU di Banjarmasin Ini Bagi BBM Gratis Bagi Jemaah Haul Guru Sekumpul, Berlaku di Puncak Haul

SUN memiliki risiko yang rendah (kerap disebut zero risk) dikarenakan SUN diterbitkan oleh negara, sehingga kemungkinan negara mengalami gagal bayar atau kebangkrutan relatif kecil.

Adapun risiko terbesar dari obligasi korporasi adalah terjadinya gagal bayar yang umumnya disebabkan oleh kondisi keuangan perusahaan yang mengalami financial distress.

Untuk mengetahui tingkat risiko obligasi, investor dapat mempertimbangkan dari peringkat (rating) obligasi yang dikeluarkan oleh Lembaga Pemeringkat. Rating tertinggi adalah AAA (triple A), berikutnya AA+, AA, AA-, A+, A, A-, BBB+ dan seterusnya.

Obligasi yang mengalami default akan memiliki rating D yang mencerminkan bahwa obligasi tersebut default atau gagal bayar. Peringkat obligasi diberikan pada saat penerbitan obligasi, dan dievaluasi setiap waktu oleh Lembaga Pemeringkat.

Selanjutnya ditambahkannya, pemegang obligasi disebut sebagai pemberi pinjaman (investor). Setiap pemegang obligasi akan mendapatkan kupon obligasi yang merupakan bunga pinjaman yang harus dibayar oleh penerbit kepada investor secara berkala, baik secara bulanan, triwulanan, maupun semesteran.

Halaman
12
Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved