Fikrah

Kemuliaan Bulan Rajab

Bulan Rajab termasuk bulan haram. Bulan haram itu menurut Alquran ada empat, satu terpisah yaitu Rajab dan tiga berurutan yaitu Dzul-qa’adah

Kemuliaan Bulan Rajab
Net
KH Husin Naparin 

Oleh: KH Husin Naparin Lc MA

BANJARMASINPOST.CO.ID - SYEIKH Al-Ushfury dalam kitabnya Nuzhatul-majalis meriwayatkan doa Nabi SAW yang berbunyi, “Allaahumma baarik lanaa fi rajab sya’abaana wa ballignaa ramadhaana,” Ya Allah berilah kami berkah bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.” Bulan Rajab termasuk bulan haram. Bulan haram itu menurut Alquran ada empat, satu terpisah yaitu Rajab dan tiga berurutan yaitu Dzul-qa’adah, Duzl-Hujjah dan Muharram.

Inna ‘iddatasy-syuhuuri ‘indallaahits-na asyara syahran, fii kitaabillaahi yauma khalaqassamaawaati wal-ardha minha arba’atun hurum daalikaddiinul-qayyimu falaa tadzaalamu fihinna anfusakum. Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua-belas bulan, dalam ketetapan-Nya di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus. Di antaranya empat bulan haram, maka janganlah kamu saling menganiaya dirimu dalam bulan yag empat itu. (QS.9/36) dan HR Bukhari-Muslim.

Apa yang dimaksudkan dengan bulan haram? Allah SAW berfirman, “Falaa tahaalamuu fiihinna anfusakum.”Maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan haram yang empat itu (QS /36) Ibnu Abbas r.a menerangkan, “fii kullihinna, tsummat-takhash-sha min dzaalika arba’ata asyhurin faja’alahunna haraaman wa’azhuma hurmaatuhunna wa ja’aladz-dzanba fiihinna a’adzamu wal-amalash-shaaliha wal’ajru a’azhamu,”Janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam seluruh bulan. Kemudian Allah SWT mengkhususkan empat bulan dan Allah SWT juga mengagungkan kemuliaannya. Allah SWT juga menjadikan perbuatan dosa yang dilakukan di dalamnya dosanya menjadi lebih besar pula. (Tafsir Ibnu Katsir 3/26).

Imam Qatadah menerangkan pula, fa innadhulma fil asyhuril-harami a’adzamu khathii’atin wa wizruhaa minazhulmi fiimaa siwaahaa, fa in kaanadz-zhulmu alaa kulli haalin azhiiman. Walaakinnallaaha yu’azh-zhimu min amrihi maa syaa’a, Kezhaliman yang dilakukan pada bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya daripada kezhaliman yang dilakukan pada bulan-bulan selainnya, walaupun zhalim dalam setiap keadaan pada hakekatnya perkara yang besar dan terlarang, akan tetapi Allah SWT menetapkan besarnya sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya. Sebagaimana Allah SWT memilih di antara manusia makhluk-Nya sebagai manusia pilihan yaitu para nabi dan Rasul, Allah swt juga memilih permukaan bumi untuk tempat sujud kepada-Nya, yaitu Masjid Alharam di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah dan Masjid Aqsha di Palestina, Allah SWT memilih pula hari mulia yaitu Jumat dan bulan mulia yatiu bulan haram (Rajab, Zdulqa’dan, Zdulhijjah dan Muharram). Maka agungkan apa yang diagungkan Allah SWT, sesuatu menjadi agung jika diagungkan Allah SWT.

Ada sebagian ulama wanti-wanti memperingatkan tentang amaliah yang dilakukan oleh umat Islam, jangan-jangan maudhu’ (palsu). Menurut hemat penulis peringatan ini sedikit berlebihan, mengapa ? Karena yang diamalkan oleh umat Islam adalah hal yang biasa mereka amalkan di bulan-lainnya, seperti istigfar. Dalam bulan rajab mereka banyak istigfar. Kita temukan di dalam buku kumpulan doa “majmu’Syarif”, terdapat istigfar rajab. Apa mereka keliru banyak istigfar di bulan Rajab. Ada yang memperbanyak puasa, karena ingin menggapai ganjaran yang besar di bulan Rajab. Hal ini tidaklah keliru, karena setiap bulan kita dianjurkan puasa tiga hari pertengahan setiap bulan, yaitu hari tigabelas, empatbelas dan limabelas, ada anjuran puasa Senin dan Kamis.

Banjarmasin Post edisi Jumat (28/2/2020).
Banjarmasin Post edisi Jumat (28/2/2020). (Dok Banjarmasinpost.co.id)

Ketika Nabi SAW ditanya mengapa beliau puasa di kedua hari tersebut, beliau menjawab, hari Senin dzaaka yamun anni wulidtu fiihi, hari Senin adalah hari aku dilahirkan, dzaaka yaumun unzila alayyal-quraan, Senin adalah hari diturunkan Alquran kepadaku, aku diangkat menjadi Nabi dan Rasul, dan Kamis adalah hari dzaaka yaumun rufi’al-amalu ilas-samaa. Hari Kamis adalah hari diangkatnya amal ke langit, aku ingin amalku diangkatnya, aku dalam keadaan berpuasa,”(HR. Muslim).

Amaliah baru terlarang jika sekiranya bertentangan dengan pokok-pokok ajaran Islam.

Ada yang khusus di banua kita yaitu 5 Rajab hari wafatnya ulama besar banua, Sepertinya kita sudah siap untuk berkumpul di kota Martapura untuk melaksanakan peringatan hari wafat beliau (haul) ke lima. Nampaknya sejak haul pertama sampai keempat, pengunjung semakin bertambah banyak, bukan saja dari Kalsel, Kalteng dan Timur serta dari pulau Jawa, tetapi juga dari Malaysia dan Brunei Darussalam. Sepanjang jalan dari Hulu sungai menuju Martapura, masyarakat telah memasang lampu-lampu hias menyemarakkan suasana, menunjukkan cinta umat kepada guru sekumpul. Tuan Guru Besar al Allaamah, Kiyai H Muhammad Zaini bin H Abdul-Ghani. Semua itu baru berarti jika tausiyah, petuah, petatah dan petitih ajaran Islam yang pernah beliau sampaikan, didengar dan disimak diamalkan oleh ummat yang mendengar dan menerima, sami’naa wa atha’naa, kita dengar dan kita taati dalam ber-Iman dan ber-Islam. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved