Bumi Bersujud

Pertemuan Sistem Surveilans Gizi, Dinkes Tanbu Minta Peserta Jadi Pioner Peningkatan Kesehatan Anak

Gelar Pertemuan Sistem Surveilans Gizi, Dinkes Tanbu Minta Peserta Jadi Pioner Peningkatan Kesehatan Anak

Pertemuan Sistem Surveilans Gizi, Dinkes Tanbu Minta Peserta Jadi Pioner Peningkatan Kesehatan Anak
Diskominfo Tanahbumbu
Dinkes Tanahbumbu menggelar Pertemuan Sistem Surveilans Gizi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanahbumbu terus mengintensifkan pengamatan dan pemantauan program dan masalah gizi. Program dilakukan secara terus menerus, baik situasi normal maupun darurat.

Bukti keseriusan Dinkes dengan menggelar Pertemuan Sistem Surveilans Gizi. Pertemuan dilaksankan di Mahligai Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, Kamis (27/02/2020).

Dalam pertemuan itu mengungkap beberapa hal, seperti pengumpulan, pengolahan, analisis dan pengkajian secara sistematis, serta penyebarluasan informasi dan pengambilan tindakan sebagai respon segera dan terencana.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Elly Irawati yang juga panitia pelaksana dalam laporannya menyampaikan, permasalahan gizi menjadi salah satu fokus dalam penanganan stunting di Indonesia.

Menurut dia, upaya perbaikan gizi anak dibutuhkan program multi sektoral yang efektif dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Maka dari itu, lanjut dia, pengumpulan data secara reguler sangat penting memantau dan menganalisis kemajuan suatu wilayah.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Didy Ariadi sangat apresiasiupaya dan prsetasi yang telah diperoleh Tanbu dalam penanganan stunting.

Oleh sebab itu, terkait surveilans gizi, sambung dia, pemantauan harus terus menerus dilakukan dan para petugas terkait selalu siap siaga.

"Bila diterapkan, kita tidak akan kecolongan. Dan, kalauada ditemukan permasalahan stunting atau gizi buruk maka akan cepat diselesaikan di puskesmas," ungkapnya.

Apalagi fasilitas dibangun pemerintah. Melalui aplikasi dapat memudahkan pemantauan dan pelaporan hal-hal berkaitan dengan kesehatan.

Salah satunya adalah aplikasi e-PPGBM yang dibangun Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. e-PPGBM adalah sistem pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan H Setia Budi diwakili Sekretaris dr Arman Jaya Riki saat membuka pertemuan mengharapkan setelah dilakukan evaluasi akan ada progres perbaikan, baik ditingkat data maupun capaian yang akan dituju.

Dinkes Tanahbumbu menggelar Pertemuan Sistem Surveilans Gizi.
Dinkes Tanahbumbu menggelar Pertemuan Sistem Surveilans Gizi. (Dinas Kominfo Tanahbumbu)

“Nanti akan dijelaskan hubungan antara surveilans data dengan upaya penanganan stunting yang sedang galak dilakukan di Indonesia dan juga Tanah Bumbu,” ujarnya.

Keberhasilan Tanbu menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia dalam penanganan stunting, karena adanya dukungn dan kerjasama lintar SKPD dan lintas sektoral.

"Dinas Kesehatan memiliki tugas dalam penyediaan data. Mudah-mudahan melalui aplikasi e-PPGBM, kita bisa menyediakan data akurat yang menjadi dasar seperti perencanaan. Intervensi yang dilakukan tentunya akan menjadi tepat sasaran dengan adanya data tersebut," sebutnya.

Arman berpesan kepada peserta yang hadir bisa menjadi pionir upaya peningkatan kesehatan anak-anak di Bumi Bersujud. (Aol/*)

Penulis: Herliansyah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved