Tajuk

Menghidupkan Pesan Guru Sekumpul

JUTAAN orang, laki-laki perempuan, tua muda bahkan anak-anak, pejabat maupun warga biasa, rela menempuh perjalanan di bawah sengatan sinar matahari

Menghidupkan Pesan Guru Sekumpul
Yani/Humas Pemkab Banjar
Pelaksanaan Haul ke-14 KH Zaini Abdul Ghani atau dikena Abah Guru Sekumpul yang puncaknya pada Minggu (10/3) sehabis Salat Maghrib berjalan lancar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - JUTAAN orang, laki-laki perempuan, tua muda bahkan anak-anak, pejabat maupun warga biasa, rela menempuh perjalanan di bawah sengatan sinar matahari dan hujan. Dari menggunakan pesawat terbang, kapal, berkendaraan, bersepeda hingga berjalan kaki.

Di sepanjang perjalanan darat menuju Martapura, Kabupaten Banjar, terdapat ratusan tempat beristirahat (rest area) – tidak sedikit yang dilengkapi konsumsi dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK)– yang didirikan secara swadaya oleh warga setempat. Siapapun, tak perlu kenal dan tidak peduli perbedaan saat pemilu dan pilkada kemarin, bisa memanfaatkan dan menikmatinya secara gratis.

Mereka disatukan oleh seorang ulama yang dicintai bersama, meski ulama tersebut telah berpulang ke rahmatullah, 15 tahun lalu: Guru Sekumpul. Tiap tahun, setiap haul meninggalnya Guru Sekumpul, fenomena ini selalu terjadi. Makin bertambah tahun, peserta haul bukannya berkurang, tetapi terus bertambah.

Diperkirakan sedikitnya 2 juta orang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan luar negeri, akan mengikuti haul ke 15 yang rangkaian acaranya dimulai Sabtu (29/2) ini. Jutaan orang itu rela dan ikhlas datang untuk mendoakan Guru Sekumpul.

Fenomena ini tentu menggambarkan sosok Guru Sekumpul. Beliau adalah salah satu ulama besar di negara ini. Bukan ulama dadakan yang kini beterbaran, terutama di media sosial (medsos).

Banjarmasin Post edisi Sabtu (29/2/2020).
Banjarmasin Post edisi Sabtu (29/2/2020). (Dok Banjarmasinpost.co.id)

Lain halnya dengan Guru Sekumpul. Semasa hidup dan aktif berdakwah untuk pelbagai kelompok dan lapisan masyarakat muslim, Guru Sekumpul merupakan sosok panutan yang sangat dihormati masyarakat. Beliau bisa dikatakan sebagai ulama yang tidak hanya mengajak orang menuju Allah, namun juga mampu memberikan contoh nyata dalam keseharian.

Harapannya, setelah mengikuti haul Guru Sekumpul, jemaah bisa merenung dan bertanya pada diri sendiri, sudahkah menjalankan dan menghidupkan nasihat, pesan, dan petuah guru yang sangat dicintainya dalam hubungan bermasyarakat. Dengan itu, keikutsertaan mereka pada acara haul dapat memiliki makna mendalam. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved