Ekonomi dan Bisnis

Sederet Cukai yang Diinginkan Sri Mulyani, Kopi Susu Saset hingga yang Tak Terpikirkan Orang Lain

Sederet Cukai yang Diinginkan Sri Mulyani, Kopi Susu Saset hingga yang Tak Terpikirkan Orang Lain

Sederet Cukai yang Diinginkan Sri Mulyani, Kopi Susu Saset hingga yang Tak Terpikirkan Orang Lain
KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIA
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Sederet Cukai yang Diinginkan Sri Mulyani, Kopi Susu Saset hingga yang Tak Terpikirkan Orang Lain

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati telah mengusulkan pengenaan pungutan cukai baru pada sejumlah item saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR 19 Februari 2020 lalu.

Awalnya, rapat tersebut membahas penerapan cukai pada kantong plastik. Namun belakangan pembahasannya meluas pada objek cukai lain, yakni asap atau emisi kendaraan bermotor dan minuman kemasan dan berpemanis.

Anggota DPR sendiri menyambut positif usulan pengenaan cukai baru pada 3 jenis komoditas tersebut. Usai memaparkan rencana cukai kantong plastik, Sri Mulyani lantas menjabarkan gagasan rencana pemberlakukan bea cukai pada minuman berpemanis dan emisi gas buang kendaraan.

Takut Foto Aibnya Viral, Siswi SMA Rela Jadi Budak Nafsu Oknum Kepala Sekolah, 4 Tahun Tersiksa!

Dilema Bagus Kahfi, Ingin Kembangkan Karir di Eropa Terhalang Restu Barito Putera

Derita Warga Wuhan, Mau Makan Makanan Sudah Busuk, Anak-anak Perlu Susu Tapi Tidak Ada yang Jual

Mahasiswi KKN Harus Naik Gunung, Ternyata Cari Sinyal di Paramasan Kabupaten Banjar Pekerjaan Susah

Cukai sendiri diberlakukan pemerintah sebagai upaya pembatasan produk yang dianggap berpengaruh negatif pada masyarakat maupun lingkungan. Selain itu, cukai juga jadi sumber penerimaan negara di luar pajak.

Berikut 3 jenis cukai baru yang diusulkan Sri Mulyani untuk diterapkan dalam beberapa waktu ke depan.

1. Kantong plastik

Menurut Sri Mulyani, besaran cukai yang diusulkan untuk pembatasan penggunaan kantong plastik di masyarakat idealnya sebesar Rp 30.000 per kilogram, sementara untuk per lembarnya setelah dikenakan cukai sebesar Rp 450.

Dia mengusulkan cukai ini diterapkan pada kantong plastik dengan ukuran 75 mikron atau yang biasa dikenal kantong kresek. Namun, masih ada pengecualian untuk sejumlah barang. Contohnya barang non-fabrikasi seperti kantong plastik gula.

Apabila perencanaan ini diterima dan disetujui oleh komisi XI ketika jumlah konsumsi kantong plastik sebesar 53.532.609 kilogram per tahun, maka potensi penerimaan cukainya sebesar Rp 1,6 triliun.

Ilustrasi
Ilustrasi (istimewa)
Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved