Sport

Jadi Peparnas Terakhir, Atlet Angkat Berat NPC Kalsel Hero Pariyono Targetkan Emas

Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI 2020 Papua kemungkinan besar bakal jadi ajang terakhir bagi atlet angkat berat National Paralympic Comitee

Jadi Peparnas Terakhir, Atlet Angkat Berat NPC Kalsel Hero Pariyono Targetkan Emas
ISTIMEWA
Atlet angkat berat National Paralympic Comitee (NPC) Kalsel, Hero Pariyono. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI 2020 Papua kemungkinan besar bakal jadi ajang terakhir bagi atlet angkat berat National Paralympic Comitee (NPC) Kalsel, Hero Pariyono.

Oleh sebab itu, paralimpian yang bakal bertanding di kelas 97 kilogram itu menargetkan akan mempersembahkan emas bagi kontingen Kalsel.

"Tidak ada target lain selain harus medali emas," kata Hero mantap, Minggu (1/3/2020) pagi.

Hero pun berharap perhatian lebih baik pemerintah provinsi maupun NPC Kalsel terhadap para atlet yang ingin bertanding diajang empat tahunan itu agar memotivasi mereka dalam bertanding.

"Saya ingin pemerintah memerhatikan latihan para atket yang akan berlaga," kata dia.

Hero menambahkan Peparnas Papua menjadi yang terakhir karena faktor usia yang sudah tidak mendukung lagi.

VIDEO Senam Olahraga Kompleks Ki Hajar Dewantara Gang 9 Banjarmasin Rayakan HUT ke-10

Tim Tugby Kalsel Kedatangan Lima Atlet Rugby Jepang yang Akan Menularkan Ilmunya

VIDEO Tim Rugby Kalsel Kedatangan Para Juara Rugby Asal Jepang

"Untuk Peparnas ini mungkin yang terakhir. Namun jika ada event nasional dan internasional lainnya, saya akan berusaha tetap tampil dalam beberapa tahun ke depan," tambah dia.

Hero ingin selepas pensiun dari paralimpian dan kemudian membina atlet angkat berat Banua khususnya para difabel.

"keinginan saya ingin jadi pelatih juga di angkat berat," tambah ASN di Dispora Kalsel ini.

Sebenarnya NPC Kalsel memerlukan beberapa paralimpian tambahan sebagai tandem Hero di kelas pertandingan lainnya pada Peparpenas XVI 2020 Papua.

Sayangnya, pada kegiatan seleksi paralimpian angkat berat yang diadakan oleh NPC Kalsel di Banjarbaru, 20-21 Juni tadi, belum ada satupun yang mampu mencapai limit nasional sebagai syarat tampil di Peparnas XV 2020 Papua.

Oleh sebab itulah ini bakal menjadi tugas Hero Paryono dan NPC untuk mencari bibit-bibit atlet paralimpik berbakat yang akan menjadi penerusnya di masa yang akan datang.

Pria asal Kota Banjarmasin ini sudah berulang kali mendapatkan medali emas pada event Asean Para Games, yakni di Vietnam, Filipina, dan Thailand, sedangkan pada Malaysia Open 2007 dia mendapat medali perak.

Di tingkat nasional pria yang difabel dibagian kakinya ini beberapakali memecahkan rekor nasional atas namanya sendiri. (Banjarmasin post.co.id/Khairil Rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved