BPost Cetak

Masih Muda Jadi Atlet Gulat, Kini Heriadi Aktif Menari, Ciptakan 40 Tarian

Masih Muda Jadi Atlet Gulat, Kini Heriadi Aktif Menari, ciptakan 40 tarian

Masih Muda Jadi Atlet Gulat, Kini Heriadi Aktif Menari, Ciptakan 40 Tarian
BPost Cetak
Heriadi Haris dulunya adalah atlet gulat Kalsel, kini dia aktif menari dan menciptakan 40 tarian. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Alunan musik tradisional Banjar menggema di Gedung Gumilang Kaca Taman Budaya Kalimantan Selatan, Jumat (28/2/2020) sore. Irama tersebut dimainkan sekelompok pemusik.

Sementara itu seorang pria paruh baya asyik mencontohkan beberapa gerakan tari, yang kemudian diikuti sekelompok pria dan wanita.

Selanjut para penari itu begitu semangat menggerakkan tubuh mereka mengiringi alunan musik. Sesekali sang pelatih memberikan aba-abanya.

Begitulah rutinitas Heriadi Haris, yang sudah puluhan tahun menggeluti dunia tari dan sekarang menjadi pelatih sekaligus ketua Sanggar Perpekindo Banjarmasin.

Terbanyak Alami Hipertensi, Posko Kesehatan Tangani 2.455 Jemaah Haul Guru Sekumpul, Satu Meninggal

Wisatawan Sering Selfi, Taman Siring Nol Kilometer Kini Jadi Ikonnya Kota Banjarmasin

Tangis Sule & Rizky Febian Pecah, Kakak Putri Delina Gelar Konser untuk Lina Jubaedah

Postingan Syahrini Dikomentari Umi Pipik Begini, Foto Jadul Istri Reino Barack Jadi Perhatian

Sebelum menjadi pelatih, Heri adalah penari yang juga menekuni tarian Banjar. Tak hanya pada gerakan, pikirannya pun menari setelah didapuk menjadi ketua Sanggar Perpekindo Banjarmasin pada 2013.

Dia harus memutar otak agar tarian Banjar tetap eksis dan malah berkembang.

Setiap pekan, Heri rutin beberapa kali memimpin para penari Sanggar Perpekindo Banjarmasin latihan.

“Di Sanggar Perpekindo Banjarmasin, kami fokusnya dengan tarian tradisi Banjar, misalnya Radap Rahayu dan Baksa Kembang. Bisa juga tarian tradisi yang sudah dikreasikan,” ujar Heri.

Puluhan tahun menggeluti dunia tari, Heri pun tercatat menghasilkan banyak karya. Bahkan jumlahnya sudah puluhan.

“Ada sekitar 40 tarian yang ada di Kalsel merupakan ciptaan saya. Juga ada beberapa prestasi. Prestasi yang sangat saya suka adalah saat menjadi penyaji terbaik festival tari sekaligus penata musik terbaik pada 2007. Nama tariannya Maniti Buih dan itu mengambil ikon Kalsel yakni Pasar Terapung,” terangnya.

Halaman
12
Penulis: Frans
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved