Berita Kabupaten Banjar

Pedagang KWK Barokah Keluhkan Pengamen-Pengemis, Begini Respons PD Pasar

Pedagang KWK Barokah Keluhkan Pengamen-Pengemis, Begini Respons PD Pasar

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Suasana KWK Barokah di Jalan Sukaramai, Martapura, yang lapang dan bersih.   

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Aktivitas pengamen dan pengemis di Kompleks Wisata Kuliner (KWK) Barokah, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), memunculkan persoalan tersendiri.

Kalangan pedagang dan pengunjung pusat percontohan kuliner di Kabupaten Banjar tersebut mengharapkan pihak pengelola maupun pihak terkait lainnya menangani hal tersebut.

Pasalnya, aktivitas pengamen dan pengemis menyebabkan ketidaknyaman suasana yang berpotensi menurunnya kunjungan.

Mereka berharap ada petugas trantib atau Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang disiagakan di KWK Barokah.

Baju Buaya Rezky Adhitya Bikin Citra Kirana yang Sedang Hamil Gusar, Ternyata Ini Penyebabnya

Akhirnya Kondisi Asli Rumah Tangga Laudya Cynthia Bella & Engku Emran Diungkap sang Ayah

Penyebab Sule Batal Nikah Lagi Diungkap Pengacara Ayah Rizky Febian, Calon Pengganti Lina Disinggung

Setidaknya tiap hari ada satu orang petugas yang ditugaskan sejak selama KWK Barokah buka atau sejak pagi hingga menjelang petang.

Aspirasi itu langsung direspons PD PBB sebagai pengelola KWK Barokah.

"Terima kasih atas masukannya. Segera nanti kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait terutama Satpol PP Banjar," ucap Rusdiansyah, Senin (2/3/2020).

Ia mengatakan selama ini pihaknya sebenarnya juga tak tinggal diam.

Secara internal, pihaknya juga kerap turun ke KWK Barokah guna melakukan pemantauan.

"Staf lapangan kami juga sudah sering melarang pangamen dan pengemis masuk. Hanya saja mereka kadang masuk saat staf kami tak ada lagi," jelasnya.

Rusdiansyah mengatakan staf lapangannya terbatas sehingga tidak memungkinkan tiap hari secara penuh standby di KWK Barokah.

"Semoga nanti setelah kami berkoordinasi dengan pihak terkait ada teknis yang tepat dalam menangani kalangan pengamen dan pengemis itu," tandasnya.

(banjarmasinpost.coi.id/roy)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved