BPost Cetak

Suyuti Bersyukur Niatnya Terlaksana, Jemaah Haul Guru Sekumpul Meluber Hingga ke Depan ULM

Suyuti Bersyukur Niatnya Terlaksana, Jemaah Haul Guru Sekumpul Meluber Hingga ke Depan ULM

Suyuti Bersyukur Niatnya Terlaksana, Jemaah Haul Guru Sekumpul Meluber Hingga ke Depan ULM
BPost Cetak
Penumpang Diamond Princess Meninggal, 147 Warga Jakarta Diawasi Terkait Corona 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Di tengah lautan jemaah haul ke-15 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul, Minggu (1/3/2020) malam, kekhusyukan terasa. Ini terasa sedari salat magrib berjemaah.

Apalagi saat pembacaan maulid habsyi. Ini mengingatkan pada Guru Sekumpul yang selama memimpin majelis dari Keraton hingga Sekumpul selalu melantunkan maulid habsy karangan Habib Ali bin Muhammad Al Habsy yang merdu dan penuh makna.

Dipimpin dua putera Guru Sekumpul, Muhammad Amin Badali dan Ahmad Hafi Badali, pembacaan maulid habsyi dimulai. Ini diikuti oleh tamu istimewa yakni Habib Muhammad bin Abdul Qadir Al Habsy dari Seiwun, Yaman, yang merupakan buyut pengarang maulid habsyi.

Selain Habib Muhammad, hadir pula sejumlah alim ulama dari negara lainnya seperti bilal Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Habib Ahmad Al Athos. Tampak pula sejumlah tokoh Indonesia seperti mantan calon wakil presiden, Sandiaga Uno. Sandiaga diketahui mengikuti haul sebelumnya.

Penumpang Diamond Princess Meninggal, 147 Warga Jakarta Diawasi Terkait Corona

Merindukan ‘Wali Kutub’, Pemimpin Ruhani dan Duniawi Menuju ke Titik Pusat

Tangis Sule & Rizky Febian Pecah, Kakak Putri Delina Gelar Konser untuk Lina Jubaedah

Nama Nikita Mirzani Terbawa, Foto Ratna Sari Dewi, Mantan Istri Presiden Soekarno Disorot di Twitter

Jemaah tak hanya memadati Jalan Sekumpul, tetapi juga menyemut di Jalan A Yani dan jalan-jalan di sekitarnya.

Sedemikian padatnya hingga Suyuti bersana istri dan anak tunggal mereka tertahan di Bundaran Simpangempat Banjarbaru. Padahal warga Kota Marabahan Kabupaten Baritokuala ini berharap bisa salat di masjid depan Q-Mall.

“Alhamdulillah, saya masih bisa ikut meski di bundaran simpangempat. Tapi niat saya sudah sampai,” ujarnya.

Beda lagi dengan Rahman dari Aluhaluh Kabupaten Banjar. Dia bersama keluarga memilih salat berjemaah di Bundaran Banjarbaru karena takut terjebak arus balik. “Kalau saya ke Sungaiparing, takut terjebak arus balik.

Jadi saya pilih salat magrib di bundaran ini saja,” kata dia.
Jika pada 2019, jemaah haul sampai membentuk saf di depan Q-Mall, pada tahun ini meluber hingga di Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Jalan A Yani depan Hotel Roditha Banjarbaru penuh sesak oleh jemaah.

Seorang peserta haul, Sodik, mengaku takjub. “Luar biasa, tahun ini sampai meluber ke depan ULM,” kata dia.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved