BPost Cetak

Antisipasi Virus Corona Merebak, Masker Ternyata Tidak Cegah Cofid-19, Begini Penjelasannya

Antisipasi Virus Corona Merebak di Kalsel, RSUD Ulin Banjarmasin Jadi Rujukan

Antisipasi Virus Corona Merebak, Masker Ternyata Tidak Cegah Cofid-19,  Begini Penjelasannya
BPost Cetak
BPost Edisi Selasa, (3/3/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Informasi adanya warga Indonesia yang positif virus Corona membuat warga di Kalsel khawatir. Mereka pun kemudian berburu masker, demi menghindari kemungkinan tertular virus corona.

Sebagaimana pengakuan seorang warga Banjarmasin Utara, Ayu (35), dia sengaja mencari masker setelah mendengar berita adanya Corona di Indonesia.

Walau sempat kesulitan, karena di sejumlah toko modern dan apotek kehabisan, dia mendapatkan masker bedah atau medis (biasa berwarna hijau), seharga Rp 3.000.

“Memang sudah susah mencarinya, itupun harga naik. Sebelumnya Rp 1.000-Rp 1.500,” katanya.

Guru Dansa Terjangkit Virus Corona, Begini Cerita Ibu dan Anak Ini Tertular dari Warga Jepang

Tangis BCL di Indonesian Idol Pecah saat Judika Persembahkan Lagu, Pasca Ashraf Sinclair Meninggal

Akhirnya Kondisi Asli Rumah Tangga Laudya Cynthia Bella & Engku Emran Diungkap sang Ayah

Tiga Jam Para Sopir dari Indonesia Driver Elite Borneo Kumpulkan Sampah Pascahaul Guru Sekumpul

Adapun masker hijab (sejenis masker medis) dijual lebih mahal, Rp 4.000, tetapi barang tidak lagi tersedia. Sementara masker jenis N95, malah tidak ada sama sekali di sejumlah apotek.

Adapun Apotek Kimia Farma Cabang Hasan Basri Banjarmasin, sudah kehabisan stok masker sejak satu bulan lalu karena diborong pembeli.

Dijelaskan Apoteker Kimia Farma Hasan Basri, Rizka M, terakhir stok masker di apoteknya sebanyak kurang lebih 50 boks, masing-masing berisi 50 dan 20 masker sudah ludes dibeli konsumen.

Pola pembelian pun menurutnya berubah. Sebelumnya pembelian dalam satuan lembar masker berubah menjadi pembelian per boks setelah heboh berita terkait virus corona.

Kekosongan sediaan tersebut menurutnya berlaku untuk semua jenis dan merek masker yang dijual di Apotek Kimia Farma Hasan Basri.

Walaupun permintaan akan masker terus tinggi, namun Rizka menyatakan belum bisa melakukan penyetokan ulang karena kesediaan masker dari produsen tidak mencukupi.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved