Breaking News:

Haul Guru Sekumpul 2020

Dishub Catat 3500 Kelotok Angkut Jemaah Haul Guru Sekumpul, Tahun Depan Siapkan Dermaga

Dishub Catat 3500 Kelotok Angkut Jemaah Haul Guru Sekumpul, Tahun Depan Siapkan Dermaga

Penulis: Nia Kurniawan | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/aya sugianto
Jemaah Haul Guru Sekumpul naik Kapal Kelotok untuk sampai di Kota Martapura. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, Martapura - Haul Guru Sekumpul telah berakhir. Ternyata, untuk sampai ke Martapura tidak sedikit jemaah Haul diangkut kapal kelotok.

Pada pelaksanaan banyak para jemaah yang bukan hanya melalui jalur darat tapi melalui jalur air yang dipadati oleh para jemaah datang dari berbagai daerah.

Sebanyak 3500 klotok mengangkut para jemaah melalui Sungai Martapura, kemudian sandar di dermaga Murung Kenanga, dan dipingiran sungai martapura diwilayah Pekauman, Martapura Timur.

Hal itu diungkapkan oleh Kabid Angkutan dan Keselamatan Perhubungan Darat Yusi Anshari Nihe, Selasa (03/03/2020).

Pasca Dua Warga Depok Positif Terinfeksi Virus Corona, Masker di Palangkaraya Mendadak Menghilang

Jadi Rujukan, RSUD Hadji Boejasin Pelaihari Siapkan Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Sesal Judika Seusai Nyanyi Depan BCL yang Ditinggal Ashraf Sinclair, Efek Bunga Citra Lestari Nangis

Pergoki Nikita Mirzani & Wijin Lakukan Ini, Gisella Anastasia Murka, Eks Gading Semprot Sohib Billy

Dia mengatakan sebanyak 250 persen naiknya dari jumlah tahun kemarin yang hanya 1500 buah klotok.

"Tentu ini akan menjadi perhatian khusus untuk pemerintah daerah saat pelaksaan haul Abah Guru Sekumpul tahun depan,” ucapnya.

Dikatakannya lebih lanjut, tahun depan pihaknya akan bekerjasama dengan para relawan membuat tempat sandar klotok, agar lebih memudahkan klotok-klotok sandar dan jemaah naik ke daratan.

“Mereka datang dari berbagai wilayah, dari kalteng, nagara, amuntai danau panggan, pagatan katingan, bahaur, palang pisau, dan lainnya,” katanya.

Dijelaskan Yusi, kebanyakan para jamaah yang datang menggunakan klotok guna menghindari kemacetan dijalur darat. Padahal pemerintah dengan pihak terkait lainnya setiap tahunnya selalu berupaya untuk membuat jalur darat agar tidak terlalu macet dengan melakukan rekayasa lalu lintas.

“Mereka yang datang menggunakan klotok ini memang terbiasa menggunakan jalur sungai. Dan Asumsi mereka kalau jalan darat pasti macet, padahal pada tahun ini bisa dikategorikan lebih cepat, karena kita bersama pihak terkait lainnya selalu berupaya untuk mengurai kemacetan lebih cepat," bebernyam

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved