BPost Cetak

Tak Kenal Menyerah, Begini Cerita Ibu Rumah Tangga di Tabalong Ajak Warga Daur Ulang Sampah Plastik

Tak Kenal Menyerah, Begini Cerita Ibu Rumah Tangga di Tabalong Ajak Warga Daur Ulang Sampah Plastik

Tak Kenal Menyerah, Begini Cerita Ibu Rumah Tangga di Tabalong Ajak Warga Daur Ulang Sampah Plastik
BPost Cetak
Cerita Sri Wahyuni warga desa Tanta, Tabalong tak kenal lelah mengajak warga di desanya memanfaatkan sampah plastik untuk didaur ulang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tanpa lelah Sri Wahyuni di Desa Tanta Hulu, Kecamatan Tanta, Tabalong mengajak warga sekitar untuk menjaga kebersihan dan memanfaatkan sampah yang bisa didaur ulang.

Manajer Bank Sampah Berlian Bersinar ini mengaku sulit menumbuhkan kesadaran kepada warga untuk memilah sampah antara sampah organik dan anorganik.

Sebagian besar warga masih menjadikan satu sampah yang berasal dari rumah tangga. Beberapa sampah plastik dan kertas bahkan lebih banyak dibakar yang menyebabkan tercemarnya udara.

Dengan kesabaran akhirnya Sri Wahyuni dan beberapa ibu rumah tangga lain mulai mengajak warga untuk bisa memanfaatkan sampah rumah tangga yang bisa didaur ulang. Baik untuk dijual ke bank sampah atau diolah menjadi barang yang lebih bernilai.

Juragan Positif Terinfeksi Virus Corona, Tukang Kebun di Depok Ini Dijemput Petugas Kesehatan

Guru Dansa Terjangkit Virus Corona, Begini Cerita Ibu dan Anak Ini Tertular dari Warga Jepang

Tangis BCL di Indonesian Idol Pecah saat Judika Persembahkan Lagu, Pasca Ashraf Sinclair Meninggal

Akhirnya Kondisi Asli Rumah Tangga Laudya Cynthia Bella & Engku Emran Diungkap sang Ayah

“Awalnya anggota hanya sedikit tapi terus melakukan sosialisasi ke masyarakat, untuk mengumpulkan ibu-ibu rumah tangga perlu diisi dengan kegiatan yang menyenangkan sehingg bisa sekaligus silaturrahmi dan berkumpul,” ujarnya.

Kegiatan yang rutin dilakukan akhirnya menarik minat sebagian besar ibu rumah tangga lainnya.

“Saat ini sudah ada sekitar 100 anggota yang bergabung menjadi nasabah Bank Sampah Berlian Bersinar,” ujarnya.

Sampah plastik dan kertas yang dikumpulkan ditabung ke bank sampah. Nasabah mendapatkan buku tabungan dan jika jumlah sampah sudah cukup banyak bisa diuangkan.

“Kami sudah bekerjasama dengan tengkulak yang membeli sampah dari warga yang telah dikumpulkan,” ujarnya.

Sri berharap semakin banyak warga yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sehingga sampah yang masih bisa dijual dapat menjadi salah satu pendapatan tambahan bagi warga.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved