Rumah Alam Sungai Andai

Bertema Tropical Lifestyle, Rumah Alam Sungai Andai Suguhkan Sejuknya Nuansa Alam Kota Banjarmasin

Bertema Tropical Lifestyle, Rumah Alam Sungai Andai Suguhkan Sejuknya Nuansa Alam di Tengah Kota Banjarmasin

Bertema Tropical Lifestyle, Rumah Alam Sungai Andai Suguhkan Sejuknya Nuansa Alam Kota Banjarmasin
banjarmasinpost.co.id/mariana
Suasana di Rumah Alam Sungai Andai Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rimbun pepohonan dan tumbuh-tumbuhan, gemericik air dan suara jangkrik saling bersahutan membuat nuansa alam semakin terasa di Rumah Alam yang berlokasi di kawasan Sungai Andai, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel)

Tampak dari depan Rumah Alam Sungai Andai tersembunyi dari jalan komplek. Untuk memasukinya harus melewati jembatan kayu kecil terbuat dari ulin, yang langit-langitnya beratap daun rumbia. Di bagian bawah jembatan terdapat kolam-kolam ikan.

Sebagian pepohonan tumbuh secara liar karena dulunya Rumah Alam ini bekas hutan rawa. Menambah keasrian lingkungan, di tempat ini ditanam sejumlah pohon berbuah, di antaranya rambutan, sawo, mangga, kelapa, markisa, dan pohon galam serta bunga anggrek.

Sesampainya di bangunan utama Rumah Alam, di bagian depan ada pintu masuk yang berukuran besar dari bahan kayu ulin dan bagian tengah rumah atau ruang bersantai terdapat tiang utama dari sebatang pohon ketapi yang disokong tiang lain yang terbuat dari pohon kelapa. Perabot lainnya juga dibuat dari bahan alam, seperti bambu yang dibuat menjadi kursi.

Taman Wisata Laburan di Tabalong Segera Dibuka, Ada Flying Fox hingga Sepeda Gantung

VIDEO Wisata Kampung Pelangi Banjarbaru Makin Keren, Gemerlap dan Tambah Fasilitas

Makanan Tradisional Alami Khas Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang Disukai Wisatawan

Pemilik Rumah Alam Sungai Andai, Rakhmalina Bakhriati mengungkapkan, pembangunan Rumah Alam yang bertema tropical lifestyle ini terinspirasi dari bangunan yang berada di Palangkaraya.

"Di Palangkaraya ada sebuah guest house yang unik, bangunannya sangat menyatu dengan alam. Dari situ kami kemudian bercita-cita membuat rumah yang bernuansa alam, Alhamdulillah bisa tercapai.

Sebagian besar Rumah Alam ini terbuat dari berbagai jenis kayu, di antaranya ulin, kemudian ada kayu bekas tebangan yang kami manfaatkan untuk tiang-tiang, sisanya kami kombinasikan dengan semen dan bata untuk memperkuat kayu-kayu yang digunakan," paparnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Untuk tembok rumah, Lina sapaan akrabnya, menggunakan bahan kombinasi batu bata merah dan bambu. Bambu didatangkan dari Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Sedangkan plafon rumah dan lantai memanfaatkan lampit atau tikar anyaman rotan dari Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Dan atap rumah menggunakan sirap yang berasal dari Liang Anggang, Kota Banjarbaru.

Diceritakannya, ia bersama keluarga mulai tinggal di Sungai Andai sejak 2012 silam, setelah ia dan suami, Noorhalis Madjid membeli tanah seluas 1.500 meter persegi di belakang rumah.

Halaman
12
Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved