Breaking News:

Berita HSS

Lima Tahun Sawah Sering Terendam, Petani di Tebing Tinggi HSS Kesulitan Tanam Padi

Petani di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, mengeluhkan kondisi lahan sawah yang selalu terendam.

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
istimewa/humas dprd hss
Anggota Komisi II DPRD HSS, Senin 2 Maret 2020 memantau kondisi sawah warga yang tergenang air cukup dalam , dan membuat warga Desa Tebing Tinggi Kecamatan SImpur, Hulu Sungai Selatan kesulitan menanam padi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Petani di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, mengeluhkan kondisi lahan sawah di RT 2 dan RT I yang sudah hampir lima tahunan selalu terendam air cukup dalam.

Dampaknya, lahan seluas sekitar 100 hektare di desa tersebut tak bisa digarap untuk bertani padi. Warga pun hanya bisa pasrah dan kini hidup dari sumber pendapatan lain seperti menangkap ikan.

 “Sebab lahan sekitar 100 hektar yang digarap kelompok tani Binaan, hanya bisa ditanami saat musim kemarau, dengan tanaman jagung. Memang masih ada beberapa titik yang masih bisa ditanami, tapi hasilnya tidak maksimal,”kata Kepala Desa Tebing Tinggi, Riza HUmaini, kepada banjarmasinpost.co.id, Kamis (5/3/2020).

Menurut kades, penyebab sering tergenangnya sawah di desa tersebut, belum bisa dipastikan.

VIDEO Sengketa Ngudiyo-Pemkab Banjar Berakhir

Reskrim Polsek Paringin dan Polsek Juai Bekuk Pelaku Penusukan di Tugu Maritam Balangan

Update Jadwal Timnas Indonesia vs Thailand, UEA & Vietnam Kualifikasi Piala Dunia Era Shin Tae-yong

Pembelaan Istri Judika Soal Tangis BCL di Idol, Duma Riris Singgung Izin Istri Ashraf Sinclair

 

 Warga menduga, akibat bloking tanggul area perkebunan kelapa sawit di kecamatan Kalumpang, yang satu jalur dengan sawah milik petani di Tebing Tinggi, dan Sirih Hulu serta Garunggang Kecamatan Simpur.

“Menurut warga kami, kondisi ini terjadi selama ada perkebunan kelapa sawit. Sebab, dulu walapupun tergenang, hanya sebentar sudah surut. Sekarang, kalau tergenang lama, berbulan-bulan dengan kedalaman mencapai 1,5 meter,”jelas Riza.

 Namun, ada pula yang mengatakan, kondisi tersebut akibat pendangkalan sungai sehingga tak mampu menampun air yang banyak jika curah hujan tinggi.

“Jadi apapun penyebabnya, waraga berharap dari dinas terkait mencarikan solusi. Juga melakukan penelitian mengenai akar masalah terendamnya arean persawahan dalam waktu lama. APakah benar karena bloking perkebunan sawit atau pendangkalan sungai,”ungkap Kades.

 Diakui, Komisi II DPRD HSS bersama DInas Pertanian, sudah turun ke lokasi, melakukan pemantauan.

Menurut Kades, dewan telah meminta dinas pertanian, melakukan kajian, terkait penyebab genangan air yang membuat petani sulit bercocok tanam tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved