Ekonomi dan Bisnis

Ratusan SPBU di Kalsel Dibuat Sistem Digital, Plat Nomer Pembeli Bakal Terekam

Sistem digitalisasi mulai diterapkan kepada ratusan Statsiun Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kalimatan Selatan (Kalsel).

Ratusan SPBU di Kalsel Dibuat Sistem Digital, Plat Nomer Pembeli Bakal Terekam
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi ( Hiswana Migas) Provinsi Kalsel, Syaibani. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sistem digitalisasi mulai diterapkan kepada ratusan Statsiun Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kalimatan Selatan (Kalsel).

Penerapan sistem digital ini sesuai dengan aturan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas)

“Memang ada aturan dari BPH Migas, maka seluruh SPBU yang berjumlah 6.000 sampai 7.000 itu harus terpasang digitalisasi. Dan Banjarmasin dan Kalsel itu merupakan salah satu pioner di Kalimantan. Ini sudah mulai sistem penerapan digitalisasi SPBU,” kata Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi ( Hiswana Migas) Provinsi Kalsel, Syaibani, Kamis (5/3/2020).

Menurut Saibani, di Kalsel sudah 90 persen SPBU sudah terpasang digitaliasi sehingga nanti tidak ada lagi isu yang menyampaikan BBM itu dikirim ke sana dan kemarin. Bahkan, dengan sistem digital, maka akan tercatat nama pembelinya dengan sistem online

Isu Perceraian Rey Utami Buat Pablo Benua Bereaksi, Nasib Barbie Kumalasari - Galih Ginanjar?

Pembelaan Istri Judika Soal Tangis BCL di Idol, Duma Riris Singgung Izin Istri Ashraf Sinclair

Anak Enggang dari Pegunungan Meratus Dievakuasi, Kucing Hutan Dilepasliarkan di Paringin

Bagikan Kartu Elpiji Kepada 36.725 KPM, Wali Kota Ibnu Sina Harapkan Pembagian Gas Melon Merata

“Jika kendaraan roda dua, maka akan tercatat dan terekam plat kendaraan roda duanya,” kata Syaibani.

Dipaparkan Syaibani, Hiswana Migas Kalsel tak ada pilihan lain kecuali mendukung program digitalisasi ini. Dengan sistem digitaliasi yang baru, tentu anggota Hiswana Migas tak serta merta melakukan pelayanan secara optimal.

“Pelayanan sistem digital itu tergantung sinyal dan jaringan serta listrik. Sistem digitaliasi akan berjalan baik jika tidak ada pemadaman dan jaringan berjalan baik. Jika ada nanti di lapangan itu terkendala di lapangan, maka masalahnya bukan SPBU, tapi lebih kepada listrik dan jaringan internet saja.

“Sistem digitaliasi SPBU ini masih diusuhakan oleh PT Telkomsel untuk memasang sistem yang efekif,” katanya. (banjarmasipost.co.ide/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved