Berita Kalteng

Hindari Virus Corona, Rektor IAIN Palangkaraya Minta Warga Tidak Bersikap Berlebihan

Masyarakat Palangkaraya, secara khusus diharapkan tidak terlalu berlebihan dalam menyikapi virus corona yang menginfeksi dua warga Indonesia

Hindari Virus Corona, Rektor IAIN Palangkaraya Minta Warga Tidak Bersikap Berlebihan
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Rektor IAIN Palangkaraya, Khairil Anwar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Masyarakat Palangkaraya, secara khusus diharapkan tidak terlalu berlebihan dalam menyikapi virus corona yang menginfeksi dua warga Indonesia seperti yang diumumkan Presiden RI, Joko Widodo beberapa , waktu lalu.

Adanya rasa was-was yang berlebihan terhadap virus corona dengan melakukan aksi borong masker dan sembako serta larangan bersalaman dampak dari rasa takut dinilai Rektor IAIN Palangkaraya , Khairil Anwar, terlalu berlebihan dalammenyikapinya.

Ketua Pengurus Masjid Raya Darussalam ini, meminta kebiasaan bersalaman kepada orang yang lebih tua atau bersalaman antara murid kepada guru atau mahasiswa kepada dosen merupakan sesuatu yang baik menurut adab yang selama ini dibiasakan di Indonesia.

Khairil, mengatakan, ada baiknya dalam mengatasinya menjaga kebersihan seperti selalu melakukan cuci tangan seperti umat muslim setiap salat selalu didahului dengan melakukan wudhu sehingga tangan, kaki bagian muka dan bagian lainnya bersih dengan air wudhu.

Nasib Pernikahan Tukul Arwana & Meggy Diaz, sang Pedangdut Minta Kejelasan Hubungan karena Ini

Ketakutan Yuni Shara saat Diajak Raffi Ahmad Kembali Berduet, Alasan Kakak Krisdayanti?

Gelar Salat Hajat dan Istighosah, Warga Kapuas Berdoa Harapkan Terhindar dari Berbagai Penyakit

RSUD Ulin: Masyarakat Tak Perlu Khawatir, Tak Ada Pasien Suspect Corona di RSUD Ulin Banjarmasin

Sementara itu, Kapolresta Palangkaraya, Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri, mengingatkan, kepada warga untuk tidak melakukan aksi borong terhadap penjualan masker untuk penutup muka, karena akan dilakukam tindakan disaat banyak orang membutuhkan masker malah dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

Menurut Kapolresta Palangkaraya, hingga saat ini belum ada laporan atau ditemukan orang atau penjual masker yang melakukan aksi borong tersebut.

"Kami terus melakukan pemantauan untuk hal ini. Sebab itu, kami ingatkan untuk tidak berlebihan dalam menyikapinya," ujarnya.

Pantauan di Palangkaraya, hingga, Jumat (5/3/2020) penjualan masker di apotek sudah diatur sesuai dengan yang ditentukan, maksimal dua lembar, sehingga tidak adalagi aksi borong pada hari-hari sebelumnya, karena sudah diatur oleh pemerintah.
(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved