Tajuk

Perlukah Masker Diburu

COVID-19 atau Virus Corona sudah menjadi momok di seluruh dunia. Sudah 76 negara yang menyatakan warganya terinfeksi virus berasal dari Wuhan China

Perlukah Masker Diburu
istimewa/polres hsu
Personil satreskrim polres hsu saat cek ketersediaan masker di apotik. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - COVID-19 atau Virus Corona sudah menjadi momok di seluruh dunia. Sudah 76 negara yang menyatakan warganya terinfeksi virus berasal dari Wuhan China itu, bahkan 3 ribu lebih sudah orang meninggal dunia. Sementara itu di Indonesia menurut Presiden Joko Widodo, ada dua warga positif Virus Corona dan sedang menjalani perawatan di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso.

Munculnya kasus Covid-19 di NKRI ini, membuat rakyat Indonesia resah. Bahkan tidak sedikit yang akhirnya bertindak di luar nalar dan melakukan hal-hal tak seharusnya. Salah satunya menimbun sembako, memborong jahe merah dan sikat habis mesker di apotek dan toko-toko.

Akibat ulah spekulan yang membikin masker langka di pasaran sudah membuat masyarakat resah. Akhirnya pemerintah melalui pihak kepolisian dan dinas kesehatan pun turun tangan. Serempak di seluruh Indonesia, mereka melakukan razia kesejumlah tempat-tempat penjualan masker.

Hasilnya banyak ditemukan tindak pidana seperti di Jakarta, Polda Metro Jaya membogkar penimbunan 600 ribu masker di kawasan Tangerang, Banten. Tidak itu saja polisi juga menangkap penjual masker dan antiseptik di atas harga pasaran yaitu Rp 275 ribu hingga Rp 500 ribu per dus dan banyak lagi kasus lainnya.

Di Kalsel juga pihak berwajib melakukan hal yang sama, seperti di Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan terakhir Kotabaru melakukan razia ke sejumlah tempat penjualan masker. Faktanya ditemukan masker langka dan sejumlah apotek dan toko tak miliki persediaan.

Kepanikan warga Kalsel yang memborong masker memang dinilai banyak pihak terlalu berlebihan, kalau tujuannya hanya untuk antisipasi menyebarnya Virus Corona saja. Karena sampai saat ini belum ditemukan kasus menonjol terkait Cavid-19 di Kalsel. Apalagi kalau dilihat dari sisi agama penimbunan masker termasuk diharamkan, seperti dikatakan Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Hukum dan Perundang-undangan Buya Basri Bermanda penimbunan apa pun tidak boleh, haram hukumnya.

Banjarmasin Post edisi Jumat (6/3/2020).
Banjarmasin Post edisi Jumat (6/3/2020). (Dok Banjarmasinpost.co.id)

Sekarang muncul pertanyaan, apakah memang perlu warga Kalsel berburu masker secara berlebihan? Kalau tidak, masyarakat hendaknya bersikap arif dan bijaksana untuk membeli seperlunya saja. Dengan cara demikian tidak membuat keadaan di Kalsel yang selama ini aman-aman saja berubah jadi kepanikan.

Selain itu, peran serta pemimpin daerah seperti bupati, wali kota, gubernur termasuk tokoh masyarakat agar lebih intens lagi mendatangi masyarakatnya dengan memberikan pengertian tentang masalah ini. Juga memberikan edukasi terkait cara pencegahan dan hidup sehat agar tidak mudah terinfeksi Virus Corona.(*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved