Berita Kalteng

Harga Gula Pasir di Pasar Tradisional Palangkaraya Lebihi HET, IRT mengurangi Pembelian

Harga Gula Pasir di Pasar Tradisional Palangkaraya Lebihi HET, IRT mengurangi Pembelian

Harga Gula Pasir di Pasar Tradisional Palangkaraya Lebihi HET, IRT mengurangi Pembelian
BPost dok
Harga gula saat masih stabil di pasaran hanya Rp12.290 saja perkilogramnya, saat ini naik hingga Rp17 ribu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Penjualan gula pasir di pasar tradisional Palangkaraya dan Sampit mulai mengalami kenaikkan dari yang awalnya Rp 12.500 perkilogramnya sesuai harga eceran tertinggi (HET) naik menjadi Rp17.500 perkilogramnya.

Ini membuat ibu rumah tangga (IRT) yang biasa membeli gula pasir di Sampit dan Palangkaraya terpaksa mengurangi pembelian, karena kenaikkannya cukup signifikan.

Dalam sepekan ini, harganya terus naik dari yang awalnya dijual perkilogramnya Rp 12.500 ,naik jadi Rp 15.000 dan sampai saat ini naik menjadi Rp17.500, tentu sangat mengkhawatirkan jika tidak dipasok gula dari Bulog.

Wasiat Khusus Ruben Onsu pada Betrand Peto Diungkap, Suami Sarwendah Bicara Soal Meninggal Dunia

Siswa Ini Kaget Luar Biasa, Nyatakan Cinta ke Guru Fisika di kelas Ternyata Diterima, Lulus Menikah

Artis Malaysia Soroti BCL yang Manggung Saat Berduka Ditinggal Ashraf Sinclair, Sebut Ibu Noah Gini

"Kami tidak tau hingga harga gula naik," ujar Sukmawati, warga Jalan Rajawali Palangkaraya, Minggu (8/3/2020).

Dikatakan dia, biasanya dalam sekali ke pasar untuk memenuhi jualan makanan dan minuman di warungnya, sekali beli gula bisa mencapai 10 kg, tapi karena harga gulanya naik terus terpaksa dikurangi hanya beli 5 kg untuk saat ini, karena naiknya cukup tinggi.

Sementara itu, Herlina, salah satu pedagang sembako di pasar besar Palangkaraya, mengaku terpaksa menjual gula dengan harga lebih tinggi dari biasanya, karena kiriman gula berkurang dari distributor dan harga belinya juga tinggi.

"Kami juga tidak tahu, kenapa pengiriman gula semakin berkurang malah harganya mulai naik. Menjual harga gula kepada pelanggan tentu sama juga lebih tinggi dari bisanya. Kami juga tidak tahu kapan pasokan stabil lagi sehingga harga bisa turun," ujarnya.

Kenaikkan harga gula pasir ini juga menjadi perbincangan di Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalteng,dan masih dicarikan solusinya agar harga gula yang mulai naik bisa stabil kembali, terutama pasokan gula dari Bulog Kalteng.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved