Pilkada Kalsel 2020

Pilkada Kalsel 2020: Parpol Tetap Bisa Pinang Bapaslon Jalur Perseorangan

Pilkada Kalsel 2020: Parpol Tetap Bisa Pinang Bapaslon Jalur Perseorangan

Pilkada Kalsel 2020: Parpol Tetap Bisa Pinang Bapaslon Jalur Perseorangan
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Pemilih di TPS 17 Pengambangan kembali dapat salurkan hak pilih setelah surat suara lengkap diterima KPPS 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) merilis Peraturan KPU (PKPU) Nomor 1 Tahun 2020.

PKPU ini merupakan revisi ketiga atas PKPU Nomor 3 Tahun 2017 yang mengatur terkait pencalonan Pemilihan Kepala Daerah.

PKPU Nomor 1 Tahun 2020 membawa perubahan pada aturan pencalonan Bapaslon terutama untuk Bapaslon jalur perseorangan.

Dimana dalam PKPU ini memperbolehkan Bapaslon jalur perseorangan yang walaupun sudah melalui tahapan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual jalur perseorangan, tetap bisa diusung oleh partai politik.

Wasiat Khusus Ruben Onsu pada Betrand Peto Diungkap, Suami Sarwendah Bicara Soal Meninggal Dunia

Siswa Ini Kaget Luar Biasa, Nyatakan Cinta ke Guru Fisika di kelas Ternyata Diterima, Lulus Menikah

Kebingungan Ahmad Dhani Saat Melayat Ibu Baim Wong, Ternyata Suami Mulan Jameela Telat Datang

Artinya partai politik masih bisa meminang Bapaslon jalur perseorangan untuk diusung jika Bapaslon yang bersangkutan setuju dan lebih memilih diusung oleh partai politik dibanding maju di jalur perseorangan.

Dijelaskan Komisioner KPU Provinsi Kalsel Koodinator Divisi Teknis Penyelenggaraan, Hatmiati, perubahan terkait teknis pencalonan tersebut muncul karena PKPU Nomor 1 Tahun 2020 menghapuskan Pasal 34 dalam PKPU Nomor 3 Tahun 2017.

"Pasal 34 itu menjelaskan bahwa Bapaslon yang telah menyerahkan dokumen dukungan dan telah di verifikasi administrasi dan faktual tidak berhak lagi dicalonkan oleh Parpol, karena ini dihapus otomatis boleh," kata Hatmiati saat dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Minggu (8/3/2020).

Perubahan ini menurut Hatmiati dimungkinkan karena pada tahapan pencalonan Pilkada Serentak Tahun 2020 berbeda dibanding Pilkada Serentak sebelumnya.

Dimana seluruh tahapan pencalonan Bapaslon jalur perseorangan mulai dari penyerahan bukti dukungan, verifikasi administrasi dan faktual sudah selesai sebelum pendaftaran Paslon dimulai pada 16-18 Juni 2020.

"Antara selesainya tahapan pencalonan jalur perseorangan sampai pendaftaran ada jeda waktu cukup panjang, jadi dimungkinkan Bapaslon perseorangan memilih jalur partai," kata Hatmiati.

Implikasi PKPU Nomor 1 Tahun 2020 ini menurut Hatmiati membuka pilihan lebih luas bagi Partai Politik untuk memilih Bapaslon yang bisa diusungnya karena Bapaslon yang mendaftar jalur perseorangan tetap berpeluang pindah ke jalur Partai Politik.

Apalagi pada Pilkada Serentak Tahun 2020 di Kalsel ada cukup banyak Bapaslon jalur perseorangan yang menyerahkan dokumen bukti dukungan khususnya untuk tingkat Kabupaten/Kota.

Dimana setidaknya ada 15 Bapaslon jalur perseorangan yang berpotensi ramaikan Pilkada di 5 Kabupaten dan 2 Kota di Kalsel.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved