Breaking News:

Berita Banjarbaru

Sekjen PII Saat di Banjarbaru Bilang Insinyur yang Tak MIliki Surat Tanda Registrasi Dianggap Ilegal

Sebanyak 36 orang dikukuhkan profesi keinsinyurannya oleh Sekjen Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat, Teguh Haryono, didampingi Wakil Rektor IV

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Suasana pengukuhan profesi keinsinyurannya oleh Sekjen Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat, Teguh Haryono, didampingi Wakil Rektor IV Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Yudi Firmanul Ariffin, serta Dekan Faktultas Teknik ULM, Bani Noor Muchamad, di Hotel Dafam, Banjarbaru, Kalsel, Sabtu (7/3/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sebanyak 36 orang dikukuhkan profesi keinsinyurannya oleh Sekjen Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat, Teguh Haryono, didampingi Wakil Rektor IV Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Yudi Firmanul Ariffin, serta Dekan Faktultas Teknik ULM, Bani Noor Muchamad, di Hotel Dafam, Banjarbaru, Kalsel, Sabtu (7/3/2020). 

Seluruh peserta merupakan alumni dari Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Lambung Mangkurat (ULM)

Teguh Haryono, kepada wartawan, mengungkapkan, insinyur yang tidak memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) artinya dianggap ilegal dan bisa dikenai pidana atau perdata.

 “Undang-undang sudah mewajibkan, yakni Undang-Undang Nomor 11 tahun 2014 tentang Keinsinyuran,” tegas Sekjen PII Pusat, Teguh Haryono. 

Juli, Pembangunan RSUD Datu Sanggul Baru Tapin Dimulai, Didesain Modern dan Ramah Lingkungan

Milad Dalpa Meriah, Bupati HSS Sebut Ponpes Berperan dalam Membangun Akhlak Masyarakat

Kakek Arjo Gantung Diri di Bawah Pohon Jambu Belakang Rumah di Kuin Utara, Tinggalkan Surat Wasiat

BPS: Kunjungan Kapal Laut di Kalteng Menurun Sejak Awal Januari 2020

Dari data pihak PII Pusat, masih sangat banyak insinyur yang tidak bersertifikasi.

“Jumlah penyandang ST berkisar 1 juta orang. Namun yang berprofesi sebagai insinyur hanya berkisar 3.000 orang. Sementara yang bersertifikasi pun tak sampai 1.000 orang,” urainya.

Dijelaskannya, STRI begitu penting untuk mengontrol kualitas Insinyur yang akan melakukan praktik keinsinyurannya.

Disebutkan, STRI yang dikeluarkan oleh PII Pusat ada tiga jenis tingkatan, Insinyur Profesional Utama (IPU), Insinyur Profesional Madya (IPM) dan Insinyur Profesional Pratama (IPP).

"Jika seorang insinyur maupun ST yang tanpa STRI melakukan malapraktik, mereka bukan hanya akan dikenakan sanksi administrasi dan denda dalam bentuk materi, tapi juga bisa terjerat hukum pidana," katanya mengingatkan. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved