Berita Kalteng

Miris! Ada Lahan Eks Tambang Batu Bara di Kalteng Dibiarkan dan Tak Direklamasi, Ini Kata Dinas ESDM

Miris! Ada Lahan Eks Tambang Batu Bara di Kalteng Dibiarkan dan Tak Direklamasi, Ini Kata Dinas ESDM

Miris! Ada Lahan Eks Tambang Batu Bara di Kalteng Dibiarkan dan Tak Direklamasi, Ini Kata Dinas ESDM
Banjarmasinpost.co.id/Faturahman
Kapal angkutan tambang bijih besi yang melintasi Sungai Mentaya, Sampit, Kotawarngin Timur, Kalimantan Tengah sudah lancar. Saat ini , debit air Sungai Mentaya tinggi sehingga kapal angkutan tambang bisa lewat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerintah Provinsi Kalteng maupun pusat memperketat pengawasan produksi tambang dan operasional perusahaan di Bumi Tambun Bungai, dengan mengurangi produksi tambang batu bara dan hasil tambang lainnya.

Karena ada beberapa perusahaan tambang yang minta izin produksi besar ternyata saat dilakukan produksi tidak mampu memenuhi target sehingga akhirnya dilakukan pengurangan untuk target produksi tahun berikutnya, menyesuaikan dengan kemampuan hasil tambang yang dipriduksi.

Informasi terhimpun, tidak tercapainya target produksi hasil tambang tersebut, lantaran terkendala air surut saat musim kemarau tahun, 2019 yang lalu hingga lima bulan perusahaan tidak melakukan pengiriman batu bara lantaran tongkang tidak bisa melintas, di sungai, karena sarana pengiriman satu-satuya lewat sungai.

Siswa Ini Kaget Luar Biasa, Nyatakan Cinta ke Guru Fisika di kelas Ternyata Diterima, Lulus Menikah

Orangtua Siswa Main Cowboy! Tembakan Pistol & Pukuli Kepsek SMAN 10 Tanjung, Cuma Masalah Hp Disita

Jadwal Liga Champions Liverpool Vs Atletico Madrid, Kekalahan The Reds Malah Jadi Ketakutan Koke

Mengenal Pulau Galang Lokasinya Ideal untuk Rumah Sakit Corona di Indonesia, Berada di Tengah Hutan

Bukan hanya itu, kewajiban melakukan reklamasi eks lahan tambang merupakan kewajiban bagi pengusaha tambang batu bara maupun bijih besi yang melakukan eksploitasi di Bumi Tumbun Bungai Kalimantan Tengah yang telah mendapatkan izin.

Informasi warga di DAS Barito, hingga, Senin (9/3/2020) masih ada lahan eks tambang batubara yang belum dilakukan reklamasi oleh pengusaha sehingga terkesan dibiarkan begitu saja, dan terkesan merusak lingkungan karena lahan eks tambang membentuk seperti kawah gunung.

Kepala Dinas ESDM Kalimantan Tengah, Ermal Subhan, mengatakan, pihaknya selalu melakukan evaluasi dan memeriksa lahan tambang yang diberikan izin untuk digarap, namun belum menemukan lahan yang tidak direklamasi.

"Jikapun ada lahan yang terkesan dibiarkan begitu bisa saja , mungkin saja lahan itu masih dimanfaatkan oleh pengusaha, karena sangat dimungkinkan masih ada potensi tambang yang belum tuntas diambil dalam pelaksanaan eksploitasinya," ujarnya.

Ermal menegaskan, jika ada pengusaha yang tidak melakukan reklamasi tentu pihaknya tidak akan tinggal diam dan pasti melakukan tindakan.

"Semua pengusaha tambang yang dapat izin ,sudah ada uang jaminannya, jika mereka tidak melakukan reklamasi tentu uang jaminan akan di tarik untuk melakukan reklamasi lahan yang digarap," ujarnya

Ermal menegaskan, pemerintah pusat lebih ketat dalam pemberian izin ekspolitasi terhadap perusahaan, sehingga bagi perusahaan yang tidak serius dalam melakukan eksploitasi maka rencana kerja tahunan atau target garapan lahan untuk eksploitasi di dievaluasi dan dikurangi.

"Memang ada pengurangan produksi untuk target garapan dalam tahun ini mencapai 8, 5 juta metrik ton batu bara , ini setelah dilakukan evaluasi banyak perusahaan pasang target besar tapi saat dilapangan target tidak tercapai, sehingga dilakukan pengurangan oleh pusat. Ini, kewenangan pusat," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved