Berita Kalteng

Penurunan Target Produksi Tambang Batu Bara Dikeluhkan Pengusaha di Kalteng

Penurunan Target Produksi Tambang Batu Bara Dikeluhkan Pengusaha di Kalteng

Penurunan Target Produksi Tambang Batu Bara Dikeluhkan Pengusaha di Kalteng
Banjarmasinpost.co.id/Faturahman
Kapal angkutan tambang bijih besi yang melintasi Sungai Mentaya, Sampit, Kotawarngin Timur, Kalimantan Tengah sudah lancar. Saat ini , debit air Sungai Mentaya tinggi sehingga kapal angkutan tambang bisa lewat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pengurangan Target produksi batu bara di Kalimantan Tengah tersebut, mendapat perhatian pengusaha di Bumi Tambun Bungai, mereka mengeluhkan pengurangan tersebut, karena tidak tercapainya target produksi yang dipasang lantaran adanya kendala pasang surut air sungai.

Beberapa pengusaha mengaku, air sungai daerah aliran sungai barito maupun Sungai Mentaya dalam tahun 2019 yang lalu ketika musim kemarau sempat debitnya turun sehingga menyulitkan kapal pengangkut batu bara maupun bijih besi melintas keluar sungai hingga sampai ke muara laut.

"Operasional eksploitasi tambang batu bara di DAS Barito bahkan sempat tertahan hingga sekitar lima bulan, karena air surut , tongkang pengangkut batubara tidak bisa keluar, ketika air sungai debitnya turun.Tentu produksi batubara sementara terhenti ketika jalur sungai mengering," ujar satu pengusaha.

Siswa Ini Kaget Luar Biasa, Nyatakan Cinta ke Guru Fisika di kelas Ternyata Diterima, Lulus Menikah

Jadwal Liga Champions Liverpool Vs Atletico Madrid, Kekalahan The Reds Malah Jadi Ketakutan Koke

Orangtua Siswa Main Cowboy! Tembakan Pistol & Pukuli Kepsek SMAN 10 Tanjung, Cuma Masalah Hp Disita

Miris! Ada Lahan Eks Tambang Batu Bara di Kalteng Dibiarkan dan Tak Direklamasi, Ini Kata Dinas ESDM

Wakil Ketua DPRD Kalteng, Jimmi Carter yang juga adalah pengusaha Tambang Batubara di DAS Barito, mengakui, adanya keluhan penurunan target produksi batubara yang disampaikan pengusaha tambang di Kalteng tersebut.

Bahkan ada usulan rencana kerja anggaran biaya (RKAB) tahun 2020 yang belum terbit.Padahal, pengusaha sudah melakunan presentasi rencana kerja anggaran biaya atau RKAB tahun 2020 kepada Dinas ESDM Kalteng.

Dia mengatakan, tanpa adanya RKAB pengusaha tidak bisa memasang target untuk produksi batubara dalam tahun 2020 ini.Parah lagi, target produksi batubara malah diturunkan, sehingga memang banyak dikekuhkan pengusaha tambang," ujarnya.

Pantauan di Sungai Mentaya Sampit, debit air sudah tinggi seiring musim penghujan sehingga kapal dengan tonase besar pengangkut hasil tambang dari hulu sungai menuju muara sungai sudah lancar beroperasi, karena air pasang.

(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved