Berita Bisnis

DJPb Kalsel Gelar Kajian Fiskal Regional, Kembangkan Sektor Perekonomian Potensial Selain Tambang

DJPb Kalsel Gelar Kajian Fiskal Regional, Kembangkan Sektor Perekonomian Potensial Selain Tambang

DJPb Kalsel Gelar Kajian Fiskal Regional, Kembangkan Sektor Perekonomian Potensial Selain Tambang
banjarmasinpost.co.id/mariana
Seminar Kajian Fiskal DJPb Kalsel bersama ekonom regional ULM dan Badan Kebijakan Fiskal, di General Building SAC ULM. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Alokasi belanja negara di Kalimantan Selatan (Kalsel) sepanjang 2019 lalu sebesar Rp 32,13 triliun yang terdiri dari belanja K/L Rp 9,8 triliun dan Transfer Keuangan dan Dana Desa (TKDD) Rp 22,3 triliun.

Dari alokasi tersebut, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalsel, Usdek Rahyono menyebutkan, realisasi belanja sebesar Rp 29,4 triliun atau 91,52 persen yang terdiri dari Kementerian Negara/Lembaga (K/L) Rp 9,17 triliun dan TKDD 20,22 triliun.

Pendapatan pemerintah pusat di Kalsel dari target Rp11,06 triliun yang terdiri dari target pajak Rp 10,13 triliun dan Bukan Pajak (PNBP) Rp 929 miliar terealisasi sebesar Rp 10,69 triliun atau 96,67 persen dengan rincian realisasi pajak Rp 9,52 triliun atau 93,96 persen dan PNBP Rp 1,17 triliun atau sebesar 126,2 persen.

Perjodohan Sule - Mama Amy Terjadi, Ayah Rizky Febian Ungkap Ini ke Raffi Ahmad & Nagita Slavina

Heboh Foto Selfie Ariel Tatum & Vicky Prasetyo & Singgung Takdir, Kartika Putri & Sule Ikut Bereaksi

Jadi Orang Terkaya di Asia, Jack Ma Geser Posisi Miliarder India, Virus Corona Penyebabnya?

"Melalui kegiatan seminar diharapkan mendapatkan rekomendasi atau saran yang bermanfaat untuk pengambilan kebijakan fiskal di masa mendatang. Selain itu dalam kesempatan ini juga dilakukan publikasi dan tindak lanjut kemanfaatan kajian fiskal yang telah dilakukan oleh Kanwil DJPb Kalsel kepada para stakeholder meliputi K/L, pemerintah daerah, akademisi, mahasiswa dan masyarakat luas di Kalsel," papar Usdek Rahyono pada kegiatan Seminar Kajian Fiskal Regional Kalsel 2019, Selasa (10/3/2020).

Ditambahkannya, perekonomian Kalsel saat ini cenderung menurun meskipun tumbuh 5,02 persen yoy dan masih bertumpu pada sektor pertambangan.

Pihaknya mendorong terobosan-terobosan dapat dilakukan pemerintah daerah untuk mengembangkan sektor lain yang potensial.

Setiap kabupaten/kota di Kalsel dapat mengembangkan sektor ekonomi yang sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing.

Sementara belanja pemerintah negara daerah secara agregat di Kalsel tahun anggaran 2019 dari pagu senilai Rp 24,53 triliun realisasi sebesar Rp 21,95 triliun atau 89,47 persen, sementara itu realisasi pendapatan APBD sebesar Rp 27,24 triliun atau sebesar 116,48 persen dari target sebesar Rp 23,39 triliun.

"Tidak terserapnya 100 persen alokasi anggaran 2019 disebabkan kinerja sektor pertambangan menurun berakibat pada dana bagi hasil yang hanya mencapai 79 persen, sehingga tidak tercapainya target bukan karena faktor teknis melainkan karena pasar komoditas yang harganya menurun," jelas Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPB Kalsel, Giri Susilo.

Dalam seminar kajian fiskal yang bertempat di General Building SAC ULM, DJPb menghadirkan sejumlah pembicara yakni Ekonom regional ULM Prof Muhammad Handry Imansyah, Andriansyah dari Badan Kebijakan Fiskal, serta perwakilan Kanwil DJPb Kalsel, Giri Susilo.

Dalam kesempatan tersebut Handry Imansyah mengatakan, pemerintah daerah harus mengakselerasi sumber peetumbuhan ekonomi baru yang bisa dikembangkan di Banua.

"Saat ini pariwisata terus digalakkan, sudah bagus namun Kalsel harus punya basis dan luas sehingga bisa menjadi alternatif perekonomian, industri peternakan dan pertanian saya kira perlu terus ditingkatkan melalui pembuatan klaster-klaster yang secara kontinyu. Dapat pula Kalsel mengekspor bidang jasa, promosi pendidikan misalnya ULM tidak hanya menerima mahasiswa asal Kalsel namun juga anak-anak lainnya terutama provinsi yang dekat dengan Kalsel," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved