Ekonomi dan Bisnis

Harga Emas Dunia Sempat Sentuh Level Tertinggi Sejak 2012, Meskipun di Pasar Spot Turun

Emas berjangka di Bursa Comex naik pada akhir perdagangan Senin (9/3/2020) waktu setempat (Selasa pagi WIB).

Harga Emas Dunia Sempat Sentuh Level Tertinggi Sejak 2012, Meskipun di Pasar Spot Turun
kompas.com
Logam mulia emas batangan dijual di toko emas Cantik di Pasar Tebet, Jakarta. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, CHICAGO - Emas berjangka di Bursa Comex naik pada akhir perdagangan Senin (9/3/2020) waktu setempat (Selasa pagi WIB).

Kenaikan logam mulia ini seiring dengan anjloknya harga minyak mentah dan meningkatnya kekhawatiran penyebaran virus corona, sehingga memicu investor menjauhi aset-aset berisiko.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April naik 3,3 dollar AS atau 0,2 persen, menjadi 1,675,70 dollar AS per ounce.

Sementara di pasar spot, harga emas turun 0,1 persen menjadi 1.672,32 dollar AS per ounce pada pukul 13.54 waktu setempat (17.54 GMT).

Dikeroyok 10 Mahasiswa, Sudah Tumbang Anak Wakil Ketua DPRD Tasikmalaya Tetap Ditendang Ramai-ramai

Dasar Nekat! Tangkar 32 Buaya Ada yang 3,5 Meter, Warga Kaltim Hanya Gunakan Kandang Papan dan Seng

VIRAL Seorang Siswi Diikat & Ditelentangkan di Lantai Lalu Dilecehkan, 5 Siswa Ini Malah Kegirangan

Dipecat Gojek! Driver Ojol Palembang Tampar Kasir Wanita Alfamart Jadi Viral, Emosi Saat Isi GoPay

Harga emas sempat menyentuh level 1.700 dollar AS pada awal sesi, sebelum turun lagi karena investor melepas emas untuk mengambil untung. Emas telah naik sebanyak 1,7 persen dalam sesi bergejolak, dan menyentuh tingkat tertinggi sejak Desember 2012 di 1.702.56 dollar AS sebelumnya.

"Namun, reli harga telah menyebabkan aksi ambil untung," kata analis.

"Ini sedikit mengejutkan dengan emas tidak berakhir lebih baik - kami berhasil mencapai angka 1.700 dolar AS pada awal perdagangan tetapi telah turun dan tampaknya terjadi penjualan di semua aset," kata analis Mitsubishi, Jonathan Butler.

Indeks saham utama Wall Street anjlok sekitar lima persen, ketika kemerosotan harga minyak dan penyebaran virus corona yang cepat memperkuat ketakutan akan resesi global.

Harga minyak turun sepertiga, penurunan harian terbesar sejak Perang Teluk 1991, ketika Arab Saudi dan Rusia mengindikasikan akan meningkatkan pasokan ke pasar yang kelebihan pasokan. Emas sering dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang dipimpin minyak.

"Kami memiliki pertempuran dua arah yang terjadi di antara leverage hedge fund, yang perlu dikurangi lagi, dan investor berusaha menemukan tempat yang aman dari jatuhnya pasar saham, khususnya sektor energi," kata analis Saxo Bank Ole Hansen.

Lebih dari 111.600 orang telah terinfeksi oleh virus coron di seluruh dunia dan lebih dari 3.800 telah meninggal, menurut penghitungan Reuters dari pengumuman pemerintah.

Fokus investor selanjutnya beralih ke pertemuan Bank Sentral Eropa pada Kamis (12/3/2020) dan pertemuan kebijakan Federal Reserve AS pada 18 Maret.

Sementara logam mulia lainnya, harga spot paladium turun 2,9 persen menjadi 2.491,15 dlolar AS per ounce, setelah sebelumnya merosot ke level terendah sejak 12 Februari di 2.352 dollar AS. Perak turun 1,9 persen menjadi 16,98 dollar AS per ounce, sementara platinum turun 4,3 persen pada 861,74 dollar AS.

Di pasar berjangka, perak untuk pengiriman Mei kehilangan 20,9 sen atau 1,21 persen, ditutup pada 17,054 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 33,6 dollar AS atau 3,75 persen, menjadi 862,8 dollar AS per ounce.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Harga Emas Dunia Sempat Sentuh Level Tertinggi Sejak 2012",

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved