Ekonomi dan Bisnis

Harga Gula di Kota Banjarmasin Masih Melambung, Ini Faktornya

Harga bahan pokok gula pasir di sejumlah pasar tradisional di Banjarmasin melambung tinggi.

Harga Gula di Kota Banjarmasin Masih Melambung, Ini Faktornya
banjarmasinpost.co.id/mariana
Pedagang sembako di Pasar Kalindo keluhkan harga gula masih mahal. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Harga bahan pokok gula pasir di sejumlah pasar tradisional di Banjarmasin melambung tinggi. Sejak beberapa pekan terakhir harga terus naik bahkan menyentuh Rp 19.000 per kilogram.

Pantauan Banjarmasinpost.co.id di Pasar Kalindo, Senin (9/3/2020), harga gula masih cukup tinggi meskipun saat ini perlahan turun.

"Sejak sebulan lalu naik bertahap dari harga Rp 12.500 per kilogram, naik Rp 1.000 kemudian naik lagi Rp 3.000 dan seterusnya hingga Rp 19.000. Namun sekarang ini harga turun di angka Rp 17.000 per kilogram," jelas pedagang sembako Pasar Kalindo, Hj Mintan kepada Banjarmasinpost.co.id.

Saat harga meroket, diakuinya tidak terjadi penurunan daya beli, masyarakat justru membeli dalam jumlah banyak karena takut harga semakin lebih mahal lagi.

Lukisan Alam di Bangku Sekolah Era 80-an Ada di Pelaihari, Ini Lokasinya

Seleksi PPS, Bawaslu Batola Temukan 47 Orang Terindikasi Tidak Memenuhi Syarat

Dua Rumah Hangus Terbakar di Sungai Pinang, Warga Berjibaku Padamkan Api

Perjodohan Sule - Mama Amy Terjadi, Ayah Rizky Febian Ungkap Ini ke Raffi Ahmad & Nagita Slavina

Gula pasir tersebut dipasok Hj Mintan dari agen Wira Pangan yang ada di Banjarmasin. Saat ini stok di tempatnya cukup untuk beberapa hari ke depan.

Selain gula, ia juga menjual tepung terigu dibanderol Rp 6.500-7.000 per kilogram. Untuk harga tepung diakuinya stabil ada kenaikan. Sedangkan bahan pokok lainnya yakni minyak goreng justru turun harga dari Rp 12.500 menjadi Rp 12.000 per liter.

Sementara itu, pedagang di Pasar Sentra Antasari masih menjual harga gula yang bahkan lebih mahal. Dikatakan owner Toko Adi Ntalu, Husin Alqadrie harga gula yang dijual eceran saat ini masih kisaran Rp 18.000 per kilogram.

"Setiap tahun mendekati bulan Ramadan memang selalu ada kenaikan harga, namun kali ini sangat meroket," ucap dia.

Selain faktor menjelang bulan puasa, merebaknya virus covid-19 juga turut andil membuat pasokan menjadi langka sebab impor gula dari Cina dibatasi, sehingga membuat harga menjadi lebih mahal.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani menuturkan, kenaikan harga gula pasir sudah terjadi sejak lama.

Akibat bahan baku seperti tebu yang mulai menipis. Kemudian musim panen tebu di beberapa daerah juga sudah selesai. Tidak adanya gula rafinasi juga menurutnya semakin membuat harga melonjak.

"Kendalanya kementerian perdagangan tidak menyetujui izin distribusi gula rafinasi untuk distributor di Kalsel," kata dia.

VIDEO Para Korban dan Kronologis Tabrakan Longboat Dishut dengan Speedboat TNI AD di Kalteng

Ucapan Duka Mengalir, Dandim Kapuas Letkol Kav Bambang Kristianto Bawono Dikenal Murah Senyum

Menurutnya, gula rafinasi masih dibutuhkan untuk mem-back up stok gula lokal. Khususnya untuk pembuatan kue khas Banjar yang terkenal manis.

Birhasani berharap, Kementerian Perdagangan bisa merealisasikan izin distribusi gula rafinasi di Kalsel untuk mengatasi ketersediaan stok gula. (banjarmasinpost.co.id/mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved