Ekonomi dan Bisnis

Jadi Orang Terkaya di Asia, Jack Ma Geser Posisi Miliarder India, Virus Corona Penyebabnya?

Jadi Orang Terkaya di Asia, Jack Ma Geser Posisi Miliarder India, Virus Corona Jadi Biang Keroknya

Jadi Orang Terkaya di Asia, Jack Ma Geser Posisi Miliarder India, Virus Corona Penyebabnya?
Bloomberg
Bos Alibaba Group, Jack Ma bakal hadir di gelaran penutupan Asian Games 2018 

BANJARMASINPOST.CO.ID, NEW YORK - Taipan energi India Mukesh Ambani tidak lagi menyandang gelar orang terkaya di Asia.

Gelar tersebut kini disandang oleh pendiri Alibaba Jack Ma, setelah anjloknya harga minyak dunia diiringi dengan merosotnya indeks saham global.

Dilansir dari Bloomberg, Selasa (10/3/2020), kondisi yang disebabkan peningkatan kekhawatiran penyebaran virus corona akan berujung pada resesi tersebut mengikis kekayaan Ambani sebesar 5,8 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 83,1 triliun (kurs Rp 14.328 per dollar AS) pada Senin (9/3/2020).

Akhirnya, Ambani harus rela turun posisi menjadi orang terkaya kedua di dunia menurut Bloomberg Billionaires Index.

Adapun kekayaan Ma mencapai 44,5 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 637,2 triliun, lebih tinggi 2,6 miliar dollar AS dibanding kekayaan Ambani.

Dikeroyok 10 Mahasiswa, Sudah Tumbang Anak Wakil Ketua DPRD Tasikmalaya Tetap Ditendang Ramai-ramai

RESMI! Kemenhub Naikkan Tarif Ojek Online, Segini Besaran dan Lokasinya

Meski Tak Hafal Pancasila, YPI Tetap Nobatkan Kalista Iskandar Runner Up 3 Puteri Indonesia 2020

Raja & Ratu Belanda Letakkan Karangan Bunga di TMP Kalibata, Kalteng Kehilangan Prajurit Terbaiknya

Pada Senin, harga minyak dunia anjlok ke titik terendah dalam 28 tahun, setelah Arab Saudi dan Rusia menyatakan bakal memproduksi lebih banyak minyak guna mempertahankan pangsa pasar.

Langkah itu diambil ketika dunia tengah resah dengan penyebaran virus corona.

Kondisi itu menimbulkan pertanyaan apakah Reliance Industries Ltd milik Ambani akan dapat memangkas utang net menjadi nol pada awal 2021 sesuai janjinya.

Rencana tersebut bergantung pada proposal untuk menjual saham di divisi minyak dan petrokimia Reliance ke Saudi Arabian Oil Co, produsen minyak mentah terbesar di dunia.

Meski virus corona juga memberi dampak pada sejumlah bisnis Alibaba, namun dampak tersebut dapat dimitigasi dengan meningkatnya permintaan layanan komputasi awal dan aplikasi mobile.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved