Tajuk

Masker dan Aji Mumpung

Sejak merebaknya penberitaan dua WNI positif virus corona, masyarakat kota-kota besar di Indonesia mulai panik.

Masker dan Aji Mumpung
HUMAS POLRES HST UNTUK BPOST GROUP
Polres Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel, melakukan razia ketersediaan masker dan cairan antiseptik di toko farmasi, Rabu (4/3/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sejak merebaknya penberitaan dua WNI positif virus corona, masyarakat kota-kota besar di Indonesia mulai panik. Kepanikan ini diikuti dengan aksi borong beberapa barang seperti masker dan hand sanitizer.

Kepanikan menghadapi virus corona yang konon belum ada obatnya itu dimanfaatkan segelintir orang, dengan menaikkan harga masker dan hand sanitizer. Harganya tidak masuk akal

Orang mencari keuntungan di tengah keputusasaan saudara sebangsa akan virus corona.

Tidak hanya masker yang sempat langka hingga harganya mencapai ratusan ribu, rempah-rempah seperti jahe dan kayu manis yang diklaim bisa mencegah virus pun harganya mulai meroket.

Padahal, pakar kesehatan masyarakat menilai berdasarkan situasi di Indonesia sejauh ini, orang yang sehat sebenarnya tidak perlu menggunakan masker. Penggunaan masker itu memang efektif untuk mencegah penularan jika digunakan pada situasi yang tepat.

Penularan dapat terjadi melalui transmisi percikan yang muncul ketika orang yang sakit bersin atau batuk. Seandainya orang yang sakit itu tidak memakai masker maka dia bisa menularkan ke orang-orang sekitarnya.

Banjarmasin Post edisi Selasa (10/3/2020).
Banjarmasin Post edisi Selasa (10/3/2020). (Dok Banjarmasinpost.co.id)

Jadi masker itu sangat efektif jika dipakai oleh orang yang sakit, sehingga walaupun batuk atau bersin, dia tidak akan menularkan ke orang yang lain.

Penggunaan masker yang diprioritaskan sejauh ini adalah ketika ke tempat kerumunan di wilayah-wilayah terjangkit atau perjalanan melalui pesawat saat menuju maupun kembali dari wilayah dengan julmah yang terinfeksi yang tinggi.

Masker juga perlu dipakai oleh petugas kesehatan yang menangani orang yang sakit, bahkan masker yang dianjurkan adalah N95 yang bisa menyaring 95 persen partikel-partikel kecil.

Bèrsiap-siap dengan persediaan masker adalah hal wajar tapi bila menyimpan masker untuk mencari keuntungan di tengah kondisi seperti ini bukanlah tindakan manusiawi. Pepatah mengatakan tempatkanlah kaki kita di sepatu orang lain.

Memahami kata-kata ini sangatlah penting untuk menumbuhkan rasa empati. Jadi, kita lebih bisa memahami orang lain dan memikirkan bagaimana cara kita bersikap ke orang lain.

Dalam situasi seperti ini bersikaplah sebagaimana manusia yang diciptakan dengan hati nurani. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved