Breaking News:

Kriminal Batola

Mertua yang Membunuh Menantu di Persawahan Tamban Kabupaten Batola Merasa Menyesal

Sutrisno (50), terduga pembunuh menantu sendiri, Hairuddin, mengaku melakukannya karena merasa terancam. Mayat menantunya tersebut dikubur di sawah

Penulis: Edi Nugroho | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Sutrisno (50), terduga pembunuh menantu sendiri, Hairuddin, mengaku melakukannya karena merasa terancam.

Mayat menantunya tersebut, dikubur di persawahan Handil Derawa,, Desa Jelapat Baru, Kecamatan Tamban, Kabupaten Baritokuala (Batola), Kalsel.

Jajaran Polres Batola dan Polsek Tamban berhasil mengungkap kejahatannya, setelah membongkar makam korban ala kadarnya di persawahan desa setempat saat Kamis (5/3/2020).

“Menantu saya (Hairuddin) sering mengancam saya dan anak saya selama lima tahun terakhir. Bahkan saya diancam mau dibunuh,” tutur Sutrisno dalam gelar perkara di Polres Batola, Selasa (10/3/2020).

Hadir dalam gelar perkara pembunuhan ini, Kapolres AKBP Bagus Suseno, Kapolsek Tamban AKP Aunur Rozaq, Kasatreskrim  AKP Edy Yulianto dan Wakapolres Batola, Kompol Jatmiko.

Menurut Sutrino,  pembunuhan itu dipicu sang sang anak, Rohayani, bertengkar hebat dengan korban.

Lalu, korban mengancam menghabisi nyawa Rohayani. Takut, Rohayani lari ke rumah ayahnya, beberapa jam sebelum kejadian.

VIDEO Persiapan Pemanfaatan Gedung Baru RSUD Badaruddin Kasim Murung Pudak, Ada Ruang VIP

VIDEO Kemegahan Masjid Jamhuri Aisyah Batola, Persinggahan Pengguna Jalan dari Kalteng dan Kalsel

Gubernur Kalteng: Kedatangan Raja dan Ratu Belanda ke Kalteng Dibatalkan

VIDEO Menteri LHK Siti Nurbaya Kunjungi Korban Kecelakaan Speedboat Sebangau Kalteng

PT Kaltrabu Indah Banjarmasin Serahkan Zakat Perusahaan ke Baznas Kalsel

Kehamilan Nia Ramadhani Disinggung Kakak Ipar, Jessica Iskandar Tanya Ini ke Istri Ardi Bakrie

“Menjelang Magrib, Hairuddin menyusul saya sampai ke pondokan di dekat sawah,” ujar Sutrino,

Begitu tahu korban mendatangi, pelaku bersembunyi di galangan singkong. Kemudian, pelaku mengatakan,  korban berteriak-teriak menyuruh keluar dari kebun singkong.

HIngga kemudian, suasana semakin gelap, pelaku memukulkan kayu ke wajah korban hingga korban terjatuh dari sepeda motor.

Selanjutnya, pelaku kembali memukul bagian kepala sang menantu hingga akhirnya tewas. Kejadian ini pada Senin (2/3 2020) petang.

Setelah pelaku menggali lubang dengan menggunakan cangkul, lalu menjemput anaknya, Rohayati, bersama-sama mengangkat mayat korban.

“Setelah menikahi anak saya, Hairuddin tidak bekerja, mabuk-mabukan dan membajak orang. Kalau dapat duit, lebih banyak dihabiskan berjudi,” jelas Sutrino.

Menurut Sutrino dirinya dan keluarga pun sering dimintai duit. Apabila tak diberi, korban mengancam membunuh. Korban juga sering memukuli anaknya hingga pernah luka di kepala.

“Kami takut melapor. Tentu saja saya menyesal, tetapi mau bagaimana lagi,” kata Sutrino. (Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved