Breaking News:

Tiga Jam Menghadapi Penguji, Mahasiswa S2 Asal Tabalong Raih Cum Laude di Universites Al-Azhar Kairo

Tiga Jam Menghadapi Penguji, Mahasiswa S2 Asal Tabalong Raih Cum Laude di Universites Al-Azhar Kairo

Editor: Eka Dinayanti
foto kiriman M Adam Rosady
Sidang terbuka Samsul Fajri tersebut dilaksanakan pada hari senin (09/03/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KAIRO - Prestasi yang membanggakan telah diraih oleh salah seorang putra daerah Tabalong yang sedang menempuh program studi S2 jurusan hadis di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Syamsul Fajri, Lc. M.A, Tabalong Kalimantan Selatan, berhasil meraih predikat Mumtadz (Cum Laude) dalam sidang tesis terbuka.

Adapun tesis yang disidangkan berjudul “Ghayah al-Ihkam fi Ahadist al-Ahkam li muhib ad-Din ath-Thobari, Dirasah an-Naqdiyah.” (Studi kritik terhadap kitab Ghayah al-Ihkam fi Ahadist Ahkam, karya Muhib ad-Din ath-Thobari) dengan jumlah 988 halaman.

Sidang terbuka Samsul Fajri tersebut dilaksanakan pada hari senin (09/03/2020).

Kabar Inul Daratista Dipecat dari LIDA 2020 Jadi Isu Panas, Istri Adam Suseno Santai Lakukan Ini

Kehamilan Nia Ramadhani Disinggung Kakak Ipar, Jessica Iskandar Tanya Ini ke Istri Ardi Bakrie

Jadi Orang Terkaya di Asia, Jack Ma Geser Posisi Miliarder India, Virus Corona Penyebabnya?

Dimulai dari jam 10.30 hingga pukul 13.30 waktu Kairo, dan dilaksanan di Audtitorium Imam Muslim, Fakultas Ushuludin, Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Sedangkan para penguji pada sidang tersebut adalah; Prof. Dr. Abdullah Abdul Hamid Mansur (Guru besar hadis dan ilmu hadis, Universitas Al-Azhar) sebagai penguji internal dan Prof. Dr. Nadi Abdullah Muhammad Abdul Majid (Guru besar hadis dan ilmu hadis, Fak.

Dirasat Islamiah wa Arabiah, kairo) sebagai penguji eksternal.
Hadir juga dosen pembimbing tesis; Prof. Dr. Abdul Hamid Muhammad al-Ayyad (Guru besar hadis Universitas Al-Azhar).

Mahasiswa tersebut mempertahankan hasil tesisnya selama lebih dari 3 jam dihadapan para penguji, walaupun awalnya menghadapi beberapa kendala dari penguji, tapi ia berhasil mempertahankannya dengan baik.

Hingga akhirnya para dewan penguji secara sepakat untuk meluluskan dan menganugrahkan gelar Master Hadis kepada Samsul Fajri dengan predikat Mumtadz(Cum laude).

“Sungguh perjalanan yang ditempuh di sini cukup berat, apalagi Universitas Al-Azhar terkenal selektif dalam sebuah nilai, tapi alhamdulillah berkat izin Allah dan doa orang tua semua ini bisa dilewati dengan mudah.” Ucap Syamsul Fajri Lc. M.A selepas penobatan predikat.

Turut hadir menghadiri sidang terbuka tersebut mahasiswa Indonesia yang sedang melakukan studi di Universitas Al-Azhar, terutama dari kekeluargaan Mahasiswa Kalimantan di Mesir. (*)

Penulis: M Adam Rosady,  mahasiswa Universitas Al Azhar,  Mesir

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved