Pilkada Kabupaten Banjar 2020

VIDEO Tiga Aparatur Sipil Negara Maju Pilkada Banjar, Bawaslu Banjar Kirim Surat ke Komisi ASN

Bursa pemilihan kepala daerah secara serentak pada 23 September 2020 dipastikan bakal cukup seru di Kabupaten Banjar, Kalsel.

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Bursa pemilihan kepala daerah secara serentak pada 23 September 2020 dipastikan bakal cukup seru di Kabupaten Banjar, Kalsel.

Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) juga ikut maju dalam pemilihan Bupati Banjar tahun 2020 ini.

Dua ASN adalah Mada Teruna dan Ferryansyah yang berpasangan dan maju dari jalur perseorangan (independen).

Diketahui, Mada menjabat kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan  Ferryansyah Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Kemudian, seorang ASN lainnya adalah Said Abdullah yang saat ini menjabat Sekretaris Daerah Pemko Banjarbaru dan disebut-sebut bakal maju dari partai politik berpasangan dengan petahana Bupati Banjar.

Hal tersebut menjadi perhatian Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banjar.

Pendaftar Pilkades Serentak di Banjar Ramai, Sudah Segini Berkas yang Masuk

Buronan Pemerasan dan Penodongan di Banjarmasin Ditangkap di Palangkaraya, Didor Saat Akan Kabur

Komunitas Musik Panting Srikandi Kabupaten Tanahlaut Gunakan Peralatan Pinjaman

Empat Bulan klaim RSUD Badaruddin Kasim Tabalong Belum Dibayar BPJS, ini Alasannya

Protes Syahnaz ke Suami Saat di Depan Irish Bella & Ammar Zoni, Jeje Govinda Minta Anak Lagi

Kehamilan Nia Ramadhani Disinggung Kakak Ipar, Jessica Iskandar Tanya Ini ke Istri Ardi Bakrie

"Pada 18 Februari lalu, kami kirim surat dan menyerahkan berkas-berkas pendukung ke Komisi ASN terkait langkah politik MT dan F, lalu pada 9 Maret terkait langkah politik SA," ucap Muhammad Syahrial Fitri, Komisioner Bawaslu Banjar Bidang Penanganan Pelanggaran, Rabu (11/3/2020).

Kemudian, dia merujuk pasal 11 huruf c PP 42 tahun 2004 tentang pembinaan korps dan kode etik PNS yang  secara tegas melarang berpolitik bagi ASN.

Bahkan ada surat edaran Kemendari yang memberi tafsir yang terang benderang terhadap larangan tersebut.

Disebutkan, seorang PNS (ASN) dilarang melakukan pendekatan pada partai politik, baik terhadap pencalonan sendiri maupun untuk pencalonan orang lain.

Dalam hal ini, sebut Syahrial, ketiga ASN tersebut telah melakukan pendekatan pada parpol.

"Mereka telah melakukan pendaftaran di parpol sebagai bakal calon bupati/wabup Banjar. Mereka yang maju pada jalur independen, juga mendaftar pada parpol," tandasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved