Pesona Air Terjun Haratai

Air Terjun Haratai Masuk Kawasan Hutan Lindung, Sukran Ingin Kembangkan Wisata Kebun Kayu Manis

Objek wisata alam Air Terjun Haratai di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalsel, masuk dalam kawasan hutan lindung.

Air Terjun Haratai Masuk Kawasan Hutan Lindung, Sukran Ingin Kembangkan Wisata Kebun Kayu Manis
BANJARMASINPOST.CO.ID/HANANI
Sukran, pengelola objek wisata Air Terjun Haratai, Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalsel, Rabu (11/3/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Objek wisata alam Air Terjun Haratai di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalsel, masuk dalam kawasan hutan lindung.

Karena itu, pengembangannya pun harus sesuai aturan.

Itu sebabnya, mengapa akses jalan menuju ke sana tak boleh diperlebar lagi, sehingga hanya bisa untuk kendaraan roda dua.

“Karena masuk hutan lindung, tak bisa dikembangkan sembarangan. Pada 2017, kami masyarakat adat melalui Kesatuan Pengelola Hutan di HSS mengajukan proposal ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dan sesuai SK kementerian, izin diberikan 762 hektare untuk dikelola,” jelas Sukran, pengelola objek wisata Air Terjun Haratai.

Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani Hadiri Peringatan Isra Mi’raj di Masjid Agung Al Munawwarah

Harga Emas 99 di Banjarmasin Masih Tembus Rp 755.000 per Gram

Di Atas Air Terjun Haratai Loksado Ternyata Ada Air Terjun Lagi, Ada Juga Gua Ranuan

Imbas Virus Corona pada Restoran Milik Syahrini, Pegawai Istri Reino Barack Lakukan Ini

Siapkan Dana Miliaran untuk Gerbang Batas Kota, PUPR Kabupaten Banjar Tetapkan Tempat Ini Lokasinya

Ruben Onsu Berpisah dari Betrand Peto Sampai Nangis, Suami Sarwendah Relakan Koko Pergi untuk Ini

Izin diberikan untuk membentuk empat kelompok usaha, yaitu ekowisata air terjun, kelompok usaha karet, kelopok usaha kemiri, anyaman dan kayu manis.

Untuk kayu manis, jelas Sukran, sudah tertanam 10 hektare milik masyarakat Desa Haratai I.

“Ke depan, kami ingin mengemas paket wisata, yaitu mengolah kayu manis. Dari cara panen, hingga membuat sirupnya yang sekarang sudah kami kelola. Untuk tahun 2020, fokus membuat jalan jalan dulu ke arah Gua Ranuan dan kebun kayu manis, serta meningkatkan kenyamanan pengunjung,” pungkas Sukran. (Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved