Tajuk

Diponegoro dan Demang Lehman

Momen menyenangkan bagi bangsa Indonesia terjadi di bulan Maret 2020, di tengah terpaan virus Corona. Keris milik pahlawan nasional Pangeran Diponegor

Diponegoro dan Demang Lehman
Biro Pers Sekretariat Presiden
Raja Belanda Willem Alexander menyerahkan sebilah keris milik Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro kepada Presiden Joko Widodo. Keris itu diserahkan secara simbolis saat pertemuan Raja Willem dan Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Momen menyenangkan bagi bangsa Indonesia terjadi di bulan Maret 2020, di tengah terpaan virus Corona. Keris milik pahlawan nasional Pangeran Diponegoro akhirnya kembali ke Tanah Air setelah selama lebih 1,5 abad ‘mengelana’ di Negeri Belanda.

Kembalinya keris Nogo Siluman, harusnya juga jadi momentum keseriusan pemerintah untuk mengembalikan benda-benda bersejarah atau apa pun terkait perjuangan bangsa Indonesia ketika masa perjuangan, yang masih tersimpan di Belanda.

Mengutip Ki Roni Sodewo, pengembalian warisan maupun peninggalan Pangeran Diponegoro adalah tugas pemerintah, karena Diponegoro bukan lagi milik keluarga tapi milik bangsa.

Apalagi perlawanan Diponegoro kepada penjajah Belanda menginspirasi pejuang-pejuang di daerah lain untuk angkat senjata.

Sebagaimana Perang Banjar pada 1859 -1905 (Banjarmasin War) dengan tokoh sentral Pangeran Antasari.

Dan tentu, dalam setiap peperangan, pihak yang menang berkuasa dan dapat melakukan apapun pada pihak yang kalah. Termasuk menguasai properti, benda pusaka bahkan hingga kepala. Nah, tengkorak salah seorang pejuang Kalsel itu hingga kini masih berada di Belanda.

Banjarmasin Post edisi Kamis (12/3/2020).
Banjarmasin Post edisi Kamis (12/3/2020). (Dok Banjarmasinpost.co.id)

Demang Lehman bergelar Adhipattie Mangko Nagara adalah seorang pejuang yang membantu Pangeran Antasari melawan Belanda. Panglima Perang Banjar ini meninggal dunia pada 27 Februari 1864 dengan cara digantung oleh pejabat militer Belanda. Kepalanya dipenggal dan disimpan Museum Leiden di Negeri Belanda. Mayatnya dimakamkan tanpa kepala.

Alangkah eloknya jika tengkorak Demang Lehman bisa dikembalikan ke Tanah Banjar, tempat tokoh ini bahu membahu bersama Pangeran Antasari berjuang. Walapun bukan pahlawan nasional, namun bagi rakyat Kalsel Demang Lehman adalah pahlawan dan selalu dikenang dan menjadi cerita turun kemurun ke anak cucu.

Bagi Belanda, Demang Lehman mungkin adalah sosok pemberontak. Namun, bagi urang Banjar beliau adalah tokoh pejuang. Dalas Hangit, Haram Manyarah, Waja Sampai Kaputing. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved