Ekonomi dan Bisnis

Februari Inflasi di Kalsel Turun, Setiap Bulan Ikan Gabus Masih Jadi Pendorong Inflasi

Februari Inflasi di Kalsel Turun, Setiap Bulan Ikan Gabus Masih Jadi Pendorong Inflasi

Februari Inflasi di Kalsel Turun, Setiap Bulan Ikan Gabus Masih Jadi Pendorong Inflasi
banjarmasinpost.co.id/mariana
Kepala KPw BI Kalsel, Amanlison Sembiring. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Inflasi di Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami penurunan per Februari 2020. Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kalsel, Amanlison Sembiring memaparkan, Inflasi tercatat sebesar 0,08 persen (mtm), lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang inflasi sebesar 0,30 persen.

"Penurunan ini terutama didorong oleh lebih rendahnya inflasi kelompok makanan, minuman, tembakau serta kelompok perlengkapan dan peralatan rumah tangga (RT)," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Secara tahunan, inflasi Kalsel pada Februari 2020 tercatat sebesar 3,28 persen (yoy), lebih tinggi dibanding inflasi tahunan Januari 2020 3,07 persen (yoy). Pencapaian inflasi Kalsel masih berada dalam sasaran inflasi nasional 2020 sebesar 3,0±1 persen.

Berdasarkan kelompoknya, ditambahkan Amanlison, inflasi Kalsel terutama bersumber dari inflasi kelompok kesehatan sebesar 1,48 persen (mtm), diikuti kelompok bahan makanan sebesar 0,44 persen (mtm).

Kasus Pencabulan Ketua KPU Kota Banjarmasin Sangat Memalukan, Evi Novida: Sangat Disayangkan

Perkosa 2 Wanita, Produser The Lord of the Rings Dihukum 23 Tahun, Jessica Mann: Saya Hancur!

Ruben Onsu Berpisah dari Betrand Peto Sampai Nangis, Suami Sarwendah Relakan Koko Pergi untuk Ini

Sosok Ini Sorot Masa Depan Hubungan Luna Maya - Herjunot Ali, Tak Ada Harapan bagi Eks Ariel

Sementara rendahnya permintaan angkutan udara menyebabkan kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar 1,11 persen.

Komoditas penahan inflasi Kalimantan Selatan pada Februari 2020 antara lain adalah angkutan udara, bensin, dan ikan kembung. Sementara komoditas pendorong inflasi antara lain adalah bawang putih, ikan gabus, dan obat dengan resep.

"Ikan gabus atau yang dikenal haruan selalu muncul setiap bulan menjadi faktor pendorong inflasi. Kami harapkan pemerintah dan stakeholder terkait bisa membangun lebih banyak klaster peternakan secara merata di Kalsel," ujarnya.

Terdapat tiga kota penghitung inflasi di Kalsel, yaitu Banjarmasin, Tanjung dan Kotabaru. Pada Februari 2020 Kota Banjarmasin mengalami deflasi sebesar 0,02 perswn (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,25 persen (mtm).

Kota Tanjung inflasi sebesar 0,91 persen (mtm), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang inflasi sebesar 0,43 persen (mtm). Sedangkan Kotabaru inflasi sebesar 0,30 persen (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang inflasi sebesar 0,68 persen (mtm).

Menggembirakan, 16 WNI yang Terinfeksi Virus Corona di Luar Negeri, 9 Dinyatakan Sembuh

Niat Jahil Baim Wong ke Choi Siwon Terungkap Lewat Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

254 Nelayan Tabalong Terdaftar Asuransi Jiwa, Jika Alami Ini Bisa Dapat Uang Pengganti Rp 200 Juta

Inflasi nasional pada Februari 2020 tercatat sebesar 0,28 persen (mtm), dengan demikian inflasi Kalsel (0,08 persen (mtm) lebih rendah dibanding inflasi nasional. Inflasi daerah Kalsel tahun 2020 diprakirakan terkendali sesuai sasaran inflasi nasional yaitu 3,0±1 persen.

Faktor pendukung penurunan inflasi 2020 yaitu cuaca yang lebih baik, program peningkatan produksi pertanian, dan penguatan koordinasi TPID di antaranya melalui implementasi Roadmap Pengendalian Inflasi dan kerjasama antardaerah, serta perluasan jaringan Toko Tani Indonesia, Rumah Pangan Kita, Ewarong, dan kanal distribusi lainnya serta kegiatan pasar murah/operasi pasar. (banjarmasinpost.co.id/mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved