Ekspor Karet

Pabrik Mobil Tutup Sementara, Ekspor Karet Kalsel dan Kalteng Tak Berpengaruh Signifikan

Sejak virus Corona 'mewabah' di Cina dan beberapa negara Asia, Eropa maupun Amerika, dinilai berpengaruh terhadap harga dan permintaan karet.

Pabrik Mobil Tutup Sementara, Ekspor Karet Kalsel dan Kalteng Tak Berpengaruh Signifikan
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
ILUSTRASI - Zakiah (tengah), petani karet di Desa Sabah Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin berharap harga karet normal 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejak virus Corona 'mewabah' di Cina dan beberapa negara Asia, Eropa maupun Amerika, dinilai berpengaruh terhadap harga dan permintaan karet.

"Walaupun, pengaruhnya tidak terlalu siginifikan terhadap pengusaha dan petani karet di Kalsel dan Kalteng," kata  Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Cabang Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) -- Kalselteng-- , Andreas Winata, didampingi Sekretaris Eksekutif Hasan Yuniar, Rabu (12)3/2029).

Dijelaskannya, di bulan Desember 2019, harga karet di pasar dunia 1,48 US Dollar per kilogramnya.

Kemudian,  Januari hingga Maret ini, turun menjadi 1,30 US dollar per kilogramnya.

Menurunnya harga karet itu tak hanya sepenuhnya masalah virus Corona, tapi juga akibat konflik dagang antara Amerika dan Cina.

"Kalau virus Corona, pengaruhnya adalah ditutup sementara pabrik mobil di Cina yang berdampak permintaan akan karet juga menurun. Berarti, keperluan akan ban yang berbahan dasar karet, juga menurun," tegasnya.

VIDEO Pemkab Banjar Siapkan Dana Miliaran untuk Gerbang Batas Banjar-Banjarbaru di Km 37

Pesta Pantai di Pagatan Tanahbumbu Dimajukan, Catat Jadwal dan Tempatnya

VIDEO Penduduk Miskin di Kabupaten Banjar Tahun 2019 Bertambah

Ruben Onsu Berpisah dari Betrand Peto Sampai Nangis, Suami Sarwendah Relakan Koko Pergi untuk Ini

Selain itu, dengan kasus Corona ini kelancaran angkutan arus barang di Cina pun juga terganggu.

Hasan menambahkan, sebenarnya ekspor karet dari anggota Gapkindo Kalselteng ke negara Cina hanya urutan ketiga.

Urutannya, pertama dikirim ke negara Jepang, kedua Amerika Serikat dan keempat India.

"Kasus Corona ini berdampak eksport karet ke Cina menurun, tapi tidak signifikan hanya sekitar dua persen," tegasnya.

Dia juga mengungkapkan, turunnya harga karet sebenarnya tidak berpengaruh secara signifikan terhadap petani karet di Kalselteng.

Beda dengan petani perorangan mungkin akan merasakan dampaknya.

"Di Kalsel ada sekitar 115 kelompok petani karet yang tergabung dalam Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB).  Harga karet lokal dibeli pabrik lebih baik dibanding petani perorangan," tegasnya.

Ekspor karet selama ini untuk Asia  ada 15 negara, Amerika  sebanyak 10 negara, Eropa ada 20 negara, Afrika di dua negara plus Australia dan dua negara lainnya. (Banjarmasin post.co.id/ Syaiful Anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved