Tajuk

Kedigjayaan Laskar Antasari

BARITO Putera mencatatkan start buruk pada Liga 1 2020. Tim berjuluk Laskar Antasari ini harus tak dua kali di dua laga perdana secara beruntun

Kedigjayaan Laskar Antasari
banjarmasinpost.co.id/aya sugianto
Barito Putera menelan kekalahan 1-2 dari Bali United 

BANJARMASINPOST.CO.ID - BARITO Putera mencatatkan start buruk pada Liga 1 2020. Tim berjuluk Laskar Antasari ini harus tak dua kali di dua laga perdana secara beruntun. Kalah 0-4 atas tuan rumah Madura United dan kehilangan poin di kandang sendiri saat kalah lawan tamunya sekaligus juara bertahan, Bali United, 1-2

Langkah ini awal Laskar Antasari ini sungguh merupakan paling buruk dalam sejarah Barito Putera di Liga 1. Barito Putera tercatat enam kali kemasukan dan hanya mampu menjeblosan gol ke gawang lawan satu kali. Pantas jika Laskar Antasari harus menelan akibatnya, Mereka harus terjerembab ke jurang paling dasar Klasemen sementara Liga 1 2020 atau tepat di peringkat 18.

Jadi tanda tanya besar bagi penggila bola di Bumi Lambung Mangkurat ini. Ada apa gerangan yang terjadi dengan Barito Putera? Arsiteknya kah yang tak kompeten? Nama Djajang Nurdjaman atau Djanur bukanlah asing lagi bagi sepek bola Tanah Air. Sudah banyak klub yang sukses dibawah asuhan bertangan dinginnya. Bahkan, tidak jarang mampu merengkuh gelar juara. Persib Bandung misalnya.

Skuat Laskar Antasari kah yang tidak layak untuk berkompetisi di Liga 1 2020 ini? Dengan kejelian dan kejeniusan Djanur, pemain yang dipilih bukanlah pemain kacang-kacangan atau pemain kemarin sore. Tidak tanggung-tanggung, empat pemain asing diboyong Djanur ke Stadion Demang Lehman.

Untuk pemain pribumi tentu Djanur juga tak ingin sembarangan. Ada nama Rizky Rizaldi Pora, M Riyandi, Ferdiansyah, Ambrizal Umanailo, Yoewanto Setya Beny, Rafi Syarahil, Delvin Rumbino, Bayu Pradana dan sejumlah lainnya.

Banjarmasin Post edisi Jumat (13/3/2020).
Banjarmasin Post edisi Jumat (13/3/2020). (Dok Banjarmasinpost.co.id)

Bahkan, pemain kakak beradik yang merupakan jebolan Timnas U-16 dan sungguh fenomenal, Amiruddin Bagus Kaffi dan Amiruddin Bagas Kaffa tak luput dari rekrutan Laskar Antasari.

Spirit harus ditanamkan Djajang Nurdjaman untuk membangkitkan kembali on fire anak asuhnya di laga-laga berikutnya hingga Liga 1 2020 berakhir. Menembus papan atas sudah hal yang wajar jika menyimak materi-materi Laskar Antasari musim 2020 ini.

Kedigjayaan Laskar Antasari pun pasti direngkuh. Lupakan dua kekalahan perdana. Tekad bulat untuk terus meraih kemenangan, minimal satu poin di kandang lawan, menjadi harga mati bagi Laskar Antasari untuk mengembalikan kedigjayakan itu. Rizky Rizal Pora dan kawan-kawan pasti bisa. Semoga! (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved